Share

Begini Kondisi yang Bisa Buat Anda Terpapar Omicron dan Delta secara Bersamaan

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 23 Januari 2022 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 612 2536297 begini-kondisi-yang-bisa-buat-anda-terpapar-omicron-dan-delta-secara-bersamaan-mJVT60r3Jw.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone/Arief)

MESKIPUN sudah vaksin, kita memang wajib mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker dan menjaga jarak pun menjadi hal yang wajib dilakuakn jika memang tidak ingin terpapar Covid-19.

Apalagi, kini terdapat varian Omicron yang bisa melemahkan antibodi yang sudah dibentuk oleh vaksin. Bahkan, dikabarkan seseorang bisa terpapar dua varian sekaligus, seperti varian Omicron dan varian Delta, yang tentu saja membuat tingkat keparahan penyakit semakin tinggi.

Pakar penyakit menular di University at Buffalo, Thomas Russo, MD menjelaskan bahwa seseorang bisa terkena varian Omicron dan Delta secara sekaligus apabila berada di lokasi atau ruangan yang sama dengan orang yang terinfeksi.

"Bayangkan Anda berada di sebuah bar dengan banyak orang yang terinfeksi. Jika beberapa orang memiliki varian Omicron dan yang lain memiliki varian Delta, mereka semua melepaskan partikel virus tersebut ke udara, memaparkan pada Anda kedua varian tersebut," kata dia seperti dikutip Antara dari Health.

Melalui cara itu, Anda bisa mendapatkan kedua varian virus secara bersamaan. Pasalnya, varian Omicron menginfeksi beberapa sel, dan varian Delta menginfeksi yang lain.

Jadi, setiap kali virus memasuki tubuh Anda, partikel tidak akan mengikat setiap sel. Jadi, jenis virus berbeda dapat mengikat sel yang berbeda pada waktu yang sama. "Anda bisa memiliki lebih banyak Delta daripada Omicron atau sebaliknya. Keduanya dapat berpotensi menyebabkan infeksi," tutur Russo.

Sementara itu, pakar penyakit menular Johns Hopkins Johns Center for Health Security Amesh A. Adalja, MD menambahkan, ada kemungkinan seseorang juga mengontrak mendapatkan dua strain berganatian. Meskipun skenario ini mungkin lebih sulit didapat, karena kekebalan tubuh mulai berkembang setelah infeksi Covid-19.

Di sisi lain, Covid-19 bukan satu-satunya penyakit dengan kemungkinan hal ini dapat terjadi karena bisa terjadi dengan infeksi lain, termasuk flu.

Sebuah pembahasan pada tahun 2015 di Journal of Clinical Virology menyebutkan, koinfeksi influenza A/H3N2 dan influenza A/H1N1pdm09 terdeteksi pada anak laki-laki berusia 3 tahun di Kamboja pada tahun 2014.

Para penulis studi menyimpulkan, meskipun tidak jelas seberapa sering ini terjadi, pihak laboratorium tetap harus mempertimbangkan kemungkinannya selama pengawasan flu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini