Share

WHO Rekomendasikan Dosis Vaksin Pfizer Dikurangi untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 481 2536569 who-rekomendasikan-dosis-vaksin-pfizer-dikurangi-untuk-anak-di-bawah-12-tahun-QODzmPJkoT.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru saja mengeluarkan rekomendasi terbaru, terkait tata penggunaan vaksin Covid-19 pada anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Rekomendasi yang dikeluarkan WHO ini adalah untuk penggunaan vaksin Pfizer terhadap anak-anak. Mengutip Reuters, Sabtu ( 22/1/2022), pada Jumat 21 Januari kemarin WHO merekomendasikan untuk memperpanjang penggunaan vaksin Covid-19 jenis Pfizer (PFE.N) dengan dosis yang dikurangi untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun.

Rekomendasi ini muncul pasca panel kelompok ahli imunisasi, Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi vaksin, yang saat ini direkomendasikan untuk digunakan pada orang berusia 12 tahun ke atas.

vaksinasi covid-19

Dosis vaksin Covid-19 jenis Pfizer yang dianjurkan untuk kelompok usia yang lebih muda adalah 10 mikrogram. Bukan 30 mikrogram, dosis untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas. Disebut ketua SAGE, Alejandro Cravioto, sejatinya anak-anak di bawah usia 12 tahun adalah kelompok prioritas terendah untuk vaksinasi.

“Kelompok usia ini (5-11) berada dalam kelompok penggunaan prioritas terendah untuk vaksinasi kecuali, untuk anak-anak yang memiliki penyakit penyerta (komorbid),” ujar Alejandro dalam briefing.

Baca Juga Membandingkan Vaksin Pfizer Vs Moderna, Siapa Lebih Unggul?

Dalam uji klinis vaksin Pfizer pada usia 5 hingga 11 tahun, Direktur vaksin WHO, Kate O'Brien, mengatakan tidak ada masalah keamanan yang diajukan untuk pemakaian vaksin Pfizer untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun tersebut.

Baca Juga : Vaksin Pfizer atau Moderna, Mana yang Lebih Baik untuk Booster?

Selain pengurangan dosis, SAGE juga merekomendasikan bahwa vaksin booster Pfizer harus diberikan 4 bulan sampai 6 bulan setelah selesainya vaksinasi primer (vaksinasi dosis satu dan dua) pada kelompok prioritas tinggi seperti orang dewasa yang lebih tua dan petugas kesehatan.

Saat ini, pemberian vaksinasi dosis lanjutan alias vaksin booster contohnya dengan menggunakan Pfizer dinilai WHO belum diperlukan.

"Kami belum memiliki bukti tentang perlunya atau bukti kinerja booster pada anak di bawah usia 12 tahun)," pungkas Kate O'Brien.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini