Share

Ada Lansia Meninggal karena Omicron, Epidemiolog Sebut Baru 50% yang Divaksin Lengkap

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 23 Januari 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 612 2536397 ada-lansia-meninggal-karena-omicron-epidemiolog-sebut-baru-50-yang-divaksin-lengkap-PQmDdApPL8.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

ORANG lanjut usia memang menjadi kelompok yang beresiko tinggi ketika terpapar Covid-19. Oleh karena itu, lansia pun menjadi kelompok yang diprioritaskan mendapat vaksin booster  Covid-19.

Bahkan, Kementerian Kesehatan RI mengumumkan ada dua orang pasien konfirmasi Omicron yang meninggal dunia. Padahal, varian Omicron merupakan varian yang paling tidak berbahaya dibandingkan varian Covid-19 lainnya.

Salah satu pasien positif Omicron yang meninggal dunia tersebut diketahui berusia lanjut, pasien transmisi lokal tersebut berumur 64 tahun dan dalam keadaan belum menerima vaksin Covid-19.

Disampaikan Epidemiolog dari Griffith University, Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH, pemerintah Indonesia saat ini harus mengejar pemerataan vaksinasi Covid-19 untuk kaum lansia, terlebih lagi sekarang ditambah keganasan varian Omicron yang punya karakteristik lebih cepat menular.

“Bicara lansia, itu kita 50 persen lansia belum divaksin lengkap, apalagi bicara booster. Ini artinya (vaksinasi primer) perlu dikejar. Sebab kalau tidak mereka akan jadi korban,” ucap dr. Dicky Budiman saat dihubungi MNC Portal Indonesia melalui pesan singkat.

Sementara untuk kelompok lainnya, dr. Dicky mengungkapkan kurang lebih sampai 40 persen yang masih beresiko karena belum juga mendapatkan vaksinasi Covid-19 dua dosis lengkap. “Saat ini, ada kurang lebih 30-40 persen yang rawan karena belum divaksin. Ini bicara vaksin dua dosis,” lanjutnya.

Senada dengan saran Epidemiolog, Jubir Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan berkaca dari kasus kematian pertama akibat Omicron di Indonesia, saat ini Kemenkes akan makin menggenjot program vaksinasi dua dosis dasar atau vaksinasi primer sebagai langkah penanganan Covid-19 di Tanah Air.

“Iya percepatan vaksinasi dosis primer (dosis pertama dan kedua), protokol kesehatan, dan testing juga tracing,” ucap dr. Nadia, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, melalui pesan singkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini