Share

Anak Obesitas Bakal Alami Kelainan Anatomi Jantung

Wilda Fajriah, Okezone · Minggu 23 Januari 2022 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 612 2536514 anak-obesitas-bakal-alami-kelainan-anatomi-jantung-RFdYNxZdZh.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK kecil memang memiliki tubuh yang lebih gempal dibandingkan orang dewasa. Anak yang memiliki perut buncit pun adalah yang wajar, dan akan menghilang seiring dengan waktu.

Tapi, jika perutnya masih juga buncit setelah menjelang dewasa, maka Anda perlu waspada dengan kelebihan berat badan. Pasalnya, jika kenaikan berat badan ini tidak terkontrol, justru dapat berakibat buruk.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam 'European Heart Journal, Cardiovascular Imaging', obesitas bisa berdampak parah pada anatomi jantung untuk anak-anak yang obesitas.

Studi tersebut mengamati ventrikel kiri, salah satu dari empat ruang jantung. Para peneliti menemukan bahwa jantung kiri memperoleh penampang melingkar dan menjadi miring dari simetri vertikal normal, sifat kedua ini sebelumnya telah terbukti ada pada pasien stenosis aorta.

Anak Obesitas

Yang mengejutkan, remodeling menjadi signifikan pada BMI sekitar 19 pada anak-anak berusia 10 tahun, sesuai dengan ambang batas kisaran kelebihan berat badan pada orang dewasa BMI 25. Dalam penelitian mereka, pengumpulan data ekstensif telah dilakukan selama bertahun-tahun, dari fase pranatal awal hingga masa kanak-kanak untuk memeriksa perkembangan sistem kardiovaskular dan faktor risiko kardiovaskular dini.

Pengumpulan data termasuk pemindaian pencitraan CMR yang mempelajari jantung 2.631 anak berusia 10 tahun, dengan distribusi jenis kelamin yang seimbang (51,3 persen perempuan) dari Studi Generasi R, studi kohort prospektif berbasis populasi dari kehidupan janin dan seterusnya di Belanda.

Dengan temuan mereka, para peneliti mengatakan bahwa pemahaman dan kuantifikasi dampak obesitas pada perkembangan menjadi lebih jelas. Obesitas tetap menjadi salah satu masalah terpenting dalam kesehatan global.

Hampir 60 persen orang dewasa dan sekitar sepertiga dari anak berusia 11 tahun kelebihan berat badan atau obesitas dan kondisi terkait obesitas adalah penyebab utama kematian yang dapat dicegah, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Di masa depan, pola remodelling ini dapat menginformasikan model prediksi risiko dan meningkatkan kesadaran lebih awal tentang pentingnya mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat sejak masa kanak-kanak," tutur Peneliti Jantung Profesor Pablo Lamata.

Idenya adalah untuk memungkinkan dokter membantu pasien mengurangi risiko kardiovaskular di masa depan pada mereka yang lebih rentan terhadapnya karena jantung merespons dengan cara tertentu terhadap penghinaan obesitas.

Peneliti utama Maciej Marciniak mengatakan, obesitas pada anak-anak, tentu saja, menjadi perhatian utama, karena dapat berdampak pada perkembangan yang sehat. Dengan lebih banyak informasi klinis tentang dampak ini, dokter akan dapat menasihati pasien dengan lebih baik untuk mengikuti gaya hidup yang lebih sehat sejak dini.

"Melihat lebih jauh ke bawah, analisis tersebut dapat membantu untuk menginformasikan tentang pola remodeling lainnya, terkait dengan pilihan gaya hidup, faktor lingkungan, dan parameter lainnya," jelasnya seperti dikutip dari laman Times Now News.

Penelitian di masa depan akan menjawab apakah ini merupakan respons adaptif atau maladaptif dan apakah tanda remodeling ini dapat menginformasikan model prediksi risiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini