Share

Salah Satu Penyebab Masalah Gizi, Masyarakat Lebih Senang Makanan Instan

Tim Okezone, Okezone · Senin 24 Januari 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 612 2536784 salah-satu-penyebab-masalah-gizi-masyarakat-lebih-senang-makanan-instan-AksJF5FnFP.jpg Makanan instan (Foto: Gulf news)

MASALAH gizi dan stunting merupakan permasalahan yang dihadapi oleh generasi penerus bangsa. Padahal pemerintah sudah berupaya untuk mengatasi stunting.

Guna mengatasi persoalan gizi dan stunting pemerintah didukung Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bekerjasama dengan PP Aisyiyah mengedukasi warga Bantargebang, Bekasi yang tinggal di sekitar rumah gizi untuk mengatasi masalah gizi dan stunting.

Praktisi dan Konsultan Gizi Herawati, DFM, MM mengatakan, banyak makanan sehat yang belum diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat kita lebih senang terhadap makanan-makanan yang instan.

 pesan makanan instan secara online

“Terlebih saat ini dengan banyaknya teknologi yang semuanya bisa dibeli dengan cara online. Padahal, kita bisa mendapatkan protein dan gizi dari makanan yang kita olah sendiri, seperti telur, ikan dan sayur-sayuran,” kata Herawati belum lama ini.

Ketua Bidang Advokasi Kesehatan YAICI, Yuli Supriati mengatakan, sebenarnya tidak sedikit di masyarakat kita masih menganggap susu kental manis adalah susu, padahal itu lebih banyak gulanya.

“Makanya setiap kami terjun ke masyarakat untuk memberikan edukasi terkait literasi gizi dan dampak kental manis di masyarakat, masih banyak ibu-ibu yang memberikan kental manis kepada anaknya, padahal kental manis gizinya sedikit dan lebih banyak gulanya,” papar Yuli.

Perlu diketahui, sebanyak lebih dari 10 ribu masyarakat dari 30 Provinsi di Indonesia telah terpapar edukasi gizi khususnya mengenai kandungan gizi susu kental manis dan dampaknya bila dikonsumsi oleh balita.

 Baca juga: MNC Peduli Kembali Gelar Penyuluhan Gizi Balita dan Ibu Hamil di Cigombong Bogor

YAICI melakukan penelitian konsumsi pada ibu hamil, dan hasilnya cukup mengagetkan ternyata 71% ibu mengkonsumsi SKM sebagai asupan gizi selama hamil. Sebanyak 60,6% ibu mengkonsumsi SKM sebanyak 3-6 takaran sendok. Oleh karena itu YAICI akan terus berkomitmen untuk memberikan edukasi gizi dan juga advokasi mengenai susu kental manis.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(DRM)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini