Share

Cegah Omicron Semakin Banyak, Menkes Tes 1:1.000 Orang per Minggu

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 612 2536830 cegah-omicron-semakin-banyak-menkes-tes-1-1-000-orang-per-minggu-lMbBc5HUzA.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS positif varian Omicron di Indonesia kembali mengalami penambahan. Laporan terakhir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kasus positif Omicron sudah bertambah menjadi 1.396 kasus.

Dari total 1.396 kasus Omicron tersebut, Kemenkes mencatat transmisi lokal ada 311 kasus, kemudian pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) 840 kasus, dan dalam penyelidikan epidemiologi ada 218 kasus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah telah melakukan upaya antisipasi untuk menghadapi lonjakan kasus Omicron yang mulai terjadi. Salah satunya adalah dengan memperkuat sisi surveilans kesehatan untuk mencegah terjadi penularan Covid-19 yang semakin masif.

Dalam Siaran Pers Evaluasi PPKM, Menkes mengatakan Whole Genome Sequencing (WGS) menjadi salah satu langkah utama yang diupayakan pemerintah. WGS ini dilakukan untuk menganalisis pola penyebaran kasus Covid-19 akibat varian Omicron yang terjadi.

Whole Genome Sequencing (WGS) kita arahkan untuk menganalisa pola penyebaran kasus Omicron. Kita akan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang jauh lebih cepat S Gene Target Failure (SGTF),” terang Menkes Budi, dalam penjelasannya.

Menurutnya, saat ini pemerintah telah mendistribusikan dan akan menambah pasokan SGTF ke daerah-daerah untuk mengetahui dengan lebih cepat, kasus-kasus infeksi yang terjadi. Dengan cara ini kasus infeksi lebih cepat diketahui sehingga risiko penularan ke masyarakat bisa lebih terkendali.

“Kami harapkan disiplin melakukan testing 1:1.000 penduduk per minggu itu tetap dijalankan dan strategi isolasi di rumah dan terpusat serta rumah sakit tetap kita jalankan sesuai dengan protokol yang ada. Bantuan telemedisin sudah kita lakukan di Jakarta dan hasilnya baik,” tutur dia.

Sekadar informasi, kasus Omicron didominasi dari PPLN dari Arab Saudi, kemudian disusul negara Turki. Pasien Omicron kebanyakan datang dari Arab Saudi sebanyak 147 kasus, Turki 127 kasus, Amerika Serikat 101 kasus, Malaysia 75 kasus, dan Uni Emirat Arab (EUA) 63 kasus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini