Share

Gelombang Omicron, WHO Sebut Dunia Hadapi Titik Krisis Pandemi Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 612 2537032 gelombang-omicron-who-sebut-dunia-hadapi-titik-krisis-pandemi-covid-19-FgWISGrOBz.jpeg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

PANDEMI Covid-19 memang sudah terjadi hampir tiga tahun lamanya. Meski demikian, setiap kali angka Covid-19 mengalami penurunan, sejurus kemudian malah terjadi lonjakan drastis kasus Covid-19.

Seperti yang terjadi belakangan ini. Ketika di beberapa negara sudah mulai membaik, muncul serangan varian baru Omicron yang membuat lonjakan kasus di banyak negara. Bahkan, lonjakan kasus yang terjadi sangat cepat dibandingkan gelombang sebelumnya.

Pasalnya, varian Omicron memang lebih mudah menular dibandingkan varian lainnya. Oleh karena itu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut saat ini dunia global tengah ada di titik krisis.

โ€œPandemi Covid-19 sekarang memasuki tahun ketiga dan kita berada pada titik kritis,โ€ kata Tedros dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters, Senin (24/1/2022).

Melihat situasi pandemi saat ini, Tedros mendesak negara-negara di dunia untuk bisa bekerja sama agar bisa mengakhiri fase akut pandemi Covid-19 ini. Menurut Tedros, negara-negara di dunia saat ini bisa melakukannya karena sekarang memiliki semua alat yang tersedia untuk mengakhiri masa krisis akibat pandemi Covid-19.

"Kita harus bekerja sama untuk mengakhiri fase akut pandemi ini. Kita tidak bisa membiarkannya terus berlarut-larut, bergerak di antara rasa panik dan kelalaian,โ€ tambahnya.

Dari keterangan WHO, sejauh ini Jerman diketahui menjadi donor terbesar untuk WHO. Sebelumnya, secara historis, Amerika Serikat lah yang memberikan kontribusi keuangan terbesar di antara negara-negara anggota untuk Organisasi Kesehatan Dunia tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 1.364 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 7.840 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Adapun 5.890 orang dari jumlah kasus aktif (75,1%) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 1.825 orang sehingga total 877.568 kasus, yang mana 1.528 di antaranya (83,7%) juga merupakan transmisi loka.

Dinkes DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.313 kasus Omicron telah memapar warga di Ibu Kota. Dari 1.313 orang yang terinfeksi, sebanyak 854 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 459 lainnya adalah transmisi lokal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini