Share

Mengenal MIS-C, Dampak Infeksi Covid-19 pada Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 481 2537504 mengenal-mis-c-dampak-infeksi-covid-19-pada-anak-6zCr1oDE8B.jpg Anak terinfeksi Covid-19 (Foto: Shutterstock)

VARIAN Omicron yang tengah menyebar cepat saat ini, tak hanya mengancam orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Contohnya di Indonesia, sejumlah sekolah yang telah melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) diketahui telah melaporkan munculnya sejumlah kasus positif pada siswa dan juga tenaga pendidik.

 anak terinfeksi Covid-19

Sementara di luar negeri, seperti dikutip dari siaran media IDAI baru-baru ini. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit AS (CDC), tingkat rawat inap Covid-19 di antara anak-anak melonjak di Amerika Serikat, dengan rata-rata 4,3 anak di bawah 5 tahun per 100.000 dirawat di rumah sakit.

Angka ini naik 2,6 anak dari akhir Desember 2021. Data di Amerika ini, merupakan peningkatan 48 persen dari pekan yang terakhir Desember dan peningkatan terbesar dalam tingkat rawat inap kelompok usia ini terlihat selama pandemi Covid-19.

Meski dalam hitungan usia, anak-anak memang masih muda. Tapi dampak infeksi Covid-19 pada anak-anak tak bisa dianggap sebelah mata. MIS-C diketahui jadi dampak serius yang bisa dialami anak-anak pasca terinfeksi Covid-19.

Berdasarkan pemaparan Dokter Spesialis Anak, dr. Lucia Nauli Simbolon M.Sc, Sp.A, MIS-C adalah multisystem inflammatory syndrome in children, yakni kondisi banyak organ tubuh yang mengalami peradangan pada anak yang sebelumnya positif Covid-19.

Organ tubuh tersebut bisa mulai dari jantung, kulit, paru-paru, otak, saluran cerna, ginjal, hingga mata. Biasanya keluhan umum yang dialami, demam, nyeri pada perut, muntah, diare, nyeri di leher, kemerahan di kulit, mata merah, dan anak merasa sangat lelah.

Tapi jika anak sudah mengalami sulit bernapas, nyeri atau rasa tertekan di dada, bingung, tidak bisa bangun, susah terjaga, kebiruan atau kulit, kuku, dan bibir tampak pucat sampai nyeri berat. Ini artinya, gejala MIS-C nya sudah gawat dan anak harus dibawa ke UGD rumah sakit.

Dokter Lucia menyebutkan, ada beberapa tanda kriteria anak dinyatakan mengalami MIS-C.

“Demam kurang lebih tiga hari, disertai dua gejala dari lima berikut (ruam, hipotensi, gambaran disfungsi miokardium (EKG), bukti adanya koagulopati, gejala saluran pencernaan berat seperti muntah, diare dan nyeri perut). Lalu adanya peningkatan penanda radang seperti LED, CRP dan Procalcitonin, dan terbukti anak terinfeksi Covid-19,” jelas dr. Lucia Sp.A, dalam webinar baru-baru ini.

Secara persentase, kasus MIS-C pada anak memang jarang terjadi, tercatat sekitar 0,14 persen pada anak yang terkena Covid-19. Tapi tentunya, dampak Covid-19 satu ini jangan dianggap remeh karena pada dasarnya MIS-C bisa menyebabkan kondisi kritis hingga anak meninggal dunia. Maka dari itu, orang tua patut melakukan deteksi dini dan penanganan secepat mungkin.

 Baca juga: Satgas : Tekad Indonesia Mengakhiri Pandemi Covid-19 di 2022

“Mencegah MIS-C sama dengan mencegah Covid-19. Cara mencegahnya, vaksinasi anak, 91 persen efektivitas vaksin Covid-19 mencegah teradinya MIS-C akibat Covid dan cegah anak dan keluarga dari infeksi Covid-19,” pungkas dr. Lucia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini