Share

Omicron Versi Terbaru Ditemukan, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 481 2537515 omicron-versi-terbaru-ditemukan-ini-faktanya-c95MmeZsk6.jpg Omicron (Foto:Antara)

OMICRON versi terbaru sudah ditemukan. Virus itu disebut dengan 'Omicron little brother' dengan kode BA.2. Disebut begitu karena itu adalah sub-varian Omicron.

Kasusnya sudah banyak dilaporkan di beberapa negara, seperti India, Denmark, dan Swedia. Bahkan, belum lama ini Perancis melaporkan kasus pertama Omicron versi terbaru itu.

 omicron

"Varian BA.2 ditemukan di Perancis dan pertama kali diumumkan pada 20 Januari 2022," laporan Menteri Kesehatan Perancis Olivier Véran, dikutip dari France 24, Selasa (25/1/2022).

Temuan kasus BA.2 ini sekarang sedang diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan. Menkes Perancis menegaskan bahwa Omicron versi terbaru itu tidak cukup memberi dampak keparahan pandemi di negara tersebut.

BA.2 sendiri pertama kali diidentifikasi di India dan Afrika Selatan pada akhir Desember 2021. Ini adalah sub-varian Omicron (BA.1). Omicron sendiri lahir dari mutasi varian Delta.

BA.2 diketahui memiliki 20 mutasi, dengan setengahnya ada pada protein lonjakan, itu adalah protein yang berinteraksi dengan sel manusia dan merupakan kunci masuknya virus ke tubuh.

Apakah BA.2 sama berbahayanya dengan Omicron?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada kenyataannya tidak membedakan Omicron dengan BA.2. Artinya, ada kemungkinan BA.2 juga dikategorikan sebagai variant of concern (VOC).

Di sisi lain, Menkes Perancis menegaskan bahwa sejauh ini data yang terkumpul menjelaskan bahwa antara BA.2 dengan Omicron tidak jauh berbeda sifatnya.

Soal apakah sub-variant ini resisten terhadap vaksin, penelitian sedang dikerjakan. Pun soal apakah sub-varian ini menyebabkan keparahan dibandingkan varian-varian sebelumnya.

 Baca juga: Indonesia Deteksi Kematian Akibat Varian Omicron, Satgas: Tidak Bisa Dianggap Remeh

"Pengamatan awal dari data India dan Denmark menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat keparahan antara BA.2 dengan Omicron. Data akan lebih solid dalam beberapa minggu mendatang," terang Ahli Virologi Tom Peacock dari Imperial College London.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini