Share

Anak Nurul Arifin Meninggal di Usia 28 Tahun, Begini Cara Cek Kesehatan Jantung dalam 30 Detik

Intan Afika, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 481 2537545 anak-nurul-arifin-meninggal-di-usia-28-tahun-begini-cara-cek-kesehatan-jantung-dalam-30-detik-nRDMfkQdTC.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK perempuan Nurul Arifin, Maura Magnalia Madyaratri, meninggal karena serangan jantung. Tapi, yang menjadi perhatian banyak orang adalah lantaran usianya yang masih muda, yakni 28 tahun.

Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa sakit jantung hanya terjadi pada mereka yang sudah berusia lanjut. Pasalnya, penyakit jantung memang bisa terjadi karena genetik atau keturunan, jenis kelamin, dan usia. Meskipun, sebagian besar juga karena gaya hidup yang tidak sehat.

Penyakit jantung pun disebut sebagai silent kiler, pasalnya mereka yang menderita penyakit ini bisa meninggal secara tiba-tiba saat beraktivitas. Bahkan, menurut Nurul Arifin putrinya meninggal di meja makan.

Maura

Oleh karena itu, ada baiknya seseorang mengetahui apakah dirinya memang memiliki gejala-gejala penyakit jantung. Nah, melansir Mirror, tes tersebut hanya butuh 30 detik untuk menunjukkan tingkat kesehatan jantung dan sirkulasi darah. Tes ini hanya membutuhkan mangkuk atau baskom besar, air dingin, dan beberapa es batu.

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk cek kesehatan jantung adalah mengisi mangkuk atau baskom besar dengan air yang benar-benar dingin. Bisa pula ditambahkan segenggam es batu ke dalamnya. Kemudian rendamlah kedua telapak tangan di dalam air dingin berisi es batu selama 30 detik, tidak dianjurkan untuk melakukannya lebih dari itu.

Merendam telapak tangan di air dingin selama 30 detik dapat membantu mengetahui cara tubuh merespons ketika dipaksa menghadapi suhu dingin. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi sehabis telapak tangan di angkat dari air dingin. Kemungkinan itulah yang menentukan kondisi kesehatan jantung.

Pertama, jari-jari menjadi merah. Kondisi ini merupakan kabar baik karena kemungkinan tidak ada masalah terkait dengan oksigenasi darah. Selain itu, jari yang merah menunjukkan jantung dan sirkulasi darah berada dalam kondisi kesehatan yang terbilang sehat.

Kemungkinan kedua, ketika telapak tangan di angkat dari air dingin, ujung jari bisa terlihat pucat atau berwarna kebiruan. Bila kondisinya demikian, maka bisa mengisyaratkan masalah sirkulasi darah.

Ujung jari yang pucat atau berwarna kebiruan terjadi ketika sel darah merah memiliki kadar oksigen rendah. Untuk mengatasinya bisa dengan menghangatkan jari-jari atau memijatnya guna meningkatkan sirkulasi darah dan membantu kondisinya kembali normal.

Namun apabila masalah berlanjut disarankan segera menghubungi dokter. Selain itu, apabila sehabis merendam telapak tangan ke air dingin tubuh menjadi biru disertai gejala sesak napas, sakit kepala, nyeri dada, berkeringat, mati rasa, atau pusing maka dianjurkan untuk mendapatkan pertolongan darurat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini