Share

Benarkah Hirup Bubuk Jahe Ampuh Sembuhkan Omicron?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 612 2537496 benarkah-hirup-bubuk-jahe-ampuh-sembuhkan-omicron-A9RBNDPxWG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VARIAN Omicron memang menjadi varian yang paling diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bukan tanpa sebab, varian omicron memang menajdi penyebab lonjakan drastis kasus Covid-19 di berbagai negara, seperti Amerika, Inggris bahkan di Korea.

Memang, varian Omicron memiliki gejala yang lebih ringan, apalagi bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksin. Tapi, bukan berarti Omicron tidak berbahaya dan tidak merenggut nyawa orang.

Omicron pun masih menyebabkan sejumlah kematian di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, mengonsumsi obat masih menjadi salah satu cara untuk memperingan penyakit tersebut.

Tapi, belakangan seorang pakar kesehatan yang diklaim bernama Zarir Udwadia, dalam sebuah video di Twitter, merekomendasikan penggunaan bubuk jahe untuk menyembuhkan infeksi virus penyebab Covid-19 varian Omicron.

Melalui konten digital sepanjang hampir dua menit itu, Zarir memaparkan infeksi virus corona bisa hilang dengan hanya menghirup sedikit bubuk jahe dari ujung jari.

Alasannya, bubuk jahe kering memiliki sifat basa dan pH yang tinggi. Kandungan tersebut akan membunuh Covid-19 yang menyebar melalui lubang hidung, selaput lendir, tenggorokan dan kemudian paru-paru.

Twitter

"Saya sudah melakukannya setiap pagi dan malam. Silakan bagikan berita ini kepada keluarga, teman dan orang terkasih anda," demikian isi narasi yang diubah dalam Bahasa Indonesia.

Video soal klaim keampuhan bubuk jahe tersebut juga dibagikan pengguna Twitter @maskeench.

Berikut narasi yang dibagikan pengguna Twitter dengan 16.800 pengikut itu:

"Berbagi saran ahli dari Dr.Zarir Udwadia. Dia adalah dokter dada yang paling dihormati di negara kita".

Namun, benarkah menghirup bubuk jahe sembuhkan Omicron? Mengutip laporan turnbackhoax, pria dalam video di Twitter itu ternyata bukan pakar kesehatan bernama Zarir Udwadia.

Dr. Zarir Udwadia yang asli, dalam klarifikasinya, menyatakan tidak pernah membuat klaim menghirup bubuk jahe dapat menyembuhkan Covid-19. Dia juga melarang masyarakat untuk menerapkan saran pria dalam video tersebut.

Ketua Dewan Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Patrick Amoth, dalam unggahan di Twitter, telah menuliskan lemon dan jahe hanya dapat digunakan sebagai penambah kekebalan tubuh, bukan untuk obat infeksi Covid-19.

"Jadi meskipun itu adalah kebiasaan yang baik untuk meminumnya secara teratur untuk membantu meningkatkan kekebalan, tolong padukan dengan mencuci tangan; sanitasi; menjaga jarak sosial dan memakai masker," kata Patrick Amoth, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Kesehatan, Kementerian Kesehatan Kenya, pada unggahan 8 Agustus 2020.

Akademi Sains, Teknik, dan Kedokteran Nasional Amerika Serikat dalam situsnya juga merinci jahe tidak dapat menghentikan proses infeksi virus ke dalam sel atau proses replikasi virus yang terjadi saat orang terinfeksi Covid-19. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah jahe dapat membuat tubuh kebal dari Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini