Share

Kasus Omicron Naik, Dokter Tirta: Tak Usah Menyalahkan yang Liburan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 481 2538149 kasus-omicron-naik-dokter-tirta-tak-usah-menyalahkan-yang-liburan-1CYxq0hvS9.jpg Varian omicron (Foto: The Times)

DOKTER sekaligus Influencer, dr. Tirta Mandira Hudhi mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahkan orang yang melakukan perjalanan sebagai biang keladi kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya saat ini semua masyarakat harus fokus dalam membantu pemerintah dalam menurunkan kasus Covid-19 dan bukan lagi waktunya untuk saling menyalahkan.

 dokter tirta

Sebagaimana diketahui, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap minggunya. Berdasarkan data yang dihimpun pada 25 Januari 2022, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia tembus hingga 4.878 kasus.

“Sebenarnya prediksi saya sih Februari awal karena orang yang liburan itu pulang pada Januari tengah, tapi diprediksi Februari - Maret. Kalau menyalahkan seperti ini tidak akan selesai. Kita mau menyalahkan liburan ya sudah tidak bisa. Jadi ini bukan lagi saat nyalahin,” ungkap dr. Tirta dalam channel YouTube pribadinya, Rabu (26/1/2022).

Pria yang kerap disapa Cipeng atau Pengpengeng ini mengatakan, meski kasus Covid-19 terus meningkat, namun kasus pasien yang meninggal, masih bisa ditekan di bawah 10 orang. Menurutnya kondisi yang harus dikritisi itu adalah ketika kasusnya naik tapi jumlah orang yang meninggal dunianya pun ikut meningkat.

“Kita tuh sudah tahu Covid-19 akan naik, karena dari seluruh dunia juga naik. Yang harus dikritisi adalah apa yang harus dilakukan apabila Covid-19 nya naik. Karena kelak ketika Omicron menurun, kita tidak tahu ada mutasi atau nggak. Kalau ada mutasi lagi bisa saja kemungkinan naik lagi,” lanjutnya.

Dokter Tirta menambahkan bahwa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi puncak Omicron yang diprediksi terjadi pada Februari–Maret adalah dengan memastikan fasilitas kesehatan cukup di seluruh Indonesia. Terutama di daerah yang penularannya tinggi di Juli–Agustus 2021.

Caranya dengan memastikan puskesmasnya, pertolongan pertama, obat pengurang gejala, persediaan  infus, dan oksigennya itu harus cukup dan tracing dan testnya harus mantab. Harus menyediakan tempat isolasi terpusat.

 Baca juga: Varian Omicron Bermutasi Jadi BA.2, Apakah Lebih Berbahaya?

“Ini untuk jaga-jaga kalau ada gejala ringan menuju sedang, yang sudah tidak bisa lagi dikarantina di rumah,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini