Share

Prediksi Lonjakan Kasus Omicron di Februari-Maret, Dokter Reisa: Memang Ada Studinya

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 481 2538249 prediksi-lonjakan-kasus-omicron-di-februari-maret-dokter-reisa-memang-ada-studinya-Lamj4KsHwX.jpg Varian omicron (Foto: The quint)

SAMPAI 22 Januari kemarin, kasus positif Covid-19 harian melonjak hingga 3205 kasus. Kenaikan kasus ini menjadi kenaikan tertinggi sejak ditemukan pertama kalinya Omicron di Indonesia pada Desember 2021.

Melihat data penambahan kasus harian yang makin bergerak naik, pemerintah memprediksi kasus Omicron akan meningkat di bulan Februari sampai Maret 2022. Masyarakat sebagian menilai, kenapa pemerintah bisa memprediksi dari sekarang terkait puncak kasus Omicron?

 Dokter Reisa

Dijelaskan dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah, prediksi gelombang kasus memang bisa diketahui karena memang ada studi kasus di lapangan.

“Kok tahu puncaknya, ya karena memang ada studinya. Kalau diperhatikan dari tudi kasus yang ada di luar negeri, memang ada kaitannya dengan lama waktu varian (Omicron) ini menyebar di masyarakat,” ujar dr. Reisa, dikutip dari siaran langsung Siaran Sehat di akun Instagram Kemenkes RI, Rabu (26/1/2022).

Dokter Reisa melanjutkan, studi kasus di lapangan salah satu contohnya bisa dilihat dari apa yang terjadi di Afrika Selatan.

“Kalau kita lihat dari Afrika Selatan, itu benaran kelihatan pertengahan Februari sampai Maret, jadi dari awal Desember 2021 sampai Februari memang terjadi lonjakan kasus di situ, ini memang ada perhitungannya,” lanjutnya.

Selama belum menjadi kenyataan, prediksi akan lonjakan kasus Omicron dua bulan ke depan tentunya bisa diubah. Dengan catatan, masyarakat ikut andil membantu pemerintah. Sesederhana mematuhi segala aturan protokol kesehatan.

 Baca juga: Varian Omicron Bermutasi Jadi BA.2, Apakah Lebih Berbahaya?

“Masyarakat harus ikut andil karena tanpa masyarakat bisa berantakan. Prokes inilah benteng utama kita, yang mulai lengah ayo patuh lagi prokes. Sudah ada prediksi begitu, makanya kita rem sekarang. Rem diri kita, bukan wkatunya lagi kita lepas-lepas masker di tempat umum,” tegas dr. Reisa.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini