Share

Tak Perlu ke Dokter, Kini Pantau Gula Darah Bisa Dilakukan Lewat Aplikasi

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 481 2538327 tak-perlu-ke-dokter-kini-pantau-gula-darah-bisa-dilakukan-lewat-aplikasi-0XcGAGhRqx.jpg Ilustrasi. (Foto: Medicaldaily)

EDUKASI melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri (PGDM) pada diabetesi sangat diperlukan untuk memantau kesehatannya. Di masa pandemi, tak perlu lagi ke klinik untuk bertemu dokter, karena sudah banyak aplikasi kesehatan yang membantu.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan pada 2018, prevalensi diabetes di Indonesia bertambah dari 6,9% pada 2013 menjadi 10,9% pada 2018. Maka dari itu, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran para  diabetesi melakukan PGDM.

Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI) Dr. dr. Aris Wibudi, Sp.PD-KEMD, menggencarkan edukasi tentang diabetes kepada masyarakat. Dia juga mendukung para diabetesi melakukan PGDM.

"Edukasi mengelola diabetesnya untuk diabetesi diperlukan, salah satunya bisa menggunakan aplikasi sesuai dengan anjuran dokter," kata dr Aris di sela acara pemberian sertifikasi ISO 27001 Teman Diabetes.



 diabetes

Melalui aplikasi, pemantauan diabetes bisa memudahkan dokter maupun pasien. Karena selama ini banyak pasien merasa kesulitan karena minimnya edukator.

"Pasien harus mengubah persepsi. Mereka harus tahun manfaat PGDM jika dilakukan rutin dan memperbaiki pola diet mereka," tambahnya.

Menurut dr Aris, penggunaan teknologi terbukti mampu memberikan keuntungan dalam manajemen diabetes. Di masa pandemi, pasien tak perlu ke klinik untuk PGDM atau konsultasi demi menghindari kerumunan dan penularan Covid-19.

"Namun keamanan data pasien harus terjamin agar tidak disalahgunakan,” kata dr. Aris.

Senada, Head of Doctor Pillar Global Urban Esensial (GUE)  Mohamad Salahuddin mengatakan, kerahasiaan data pasien memang perlu dijaga karena itu menjadi privasi mereka. Dengan begitu, mereka akan nyaman dan tak khawatir datanya disalahgunakan.

“Kerahasiaan data pasien dilindungi oleh undang-undang di Indonesia. Oleh karena itu, kami selalu menempatkan perlindungan data pribadi pengguna yang merupakan diabetesi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini