Share

Cegah Omicron Merajalela, Pemerintah Percepat Vaksinasi Booster dan Gencarkan 3T

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 481 2538381 cegah-omicron-merajalela-pemerintah-percepat-vaksinasi-booster-dan-gencarkan-3t-zjMKxBjjZU.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

VARIAN Omicron dengan karakteristik lebih cepat menular telah menyebar dengan cepat ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, Omicron  sudah menyebar ke 150 negara di dunia dengan lebih dari 500 ribu kasus positif dengan Omicron terdeteksi. 

Catatan data per 22 Januari kemarin, kasus positif Covid-19 harian melonjak hingga 3205 kasus. Padahal sebelumnya, Indonesia pernah kondusif dengan angka kasus harian rata-rata 300 kasus. Kenaikan kasus ini menjadi kenaikan tertinggi sejak ditemukan pertama kalinya Omicron di Indonesia pada Desember 2021.

Omicron

Mencegah semakin merajalelanya Omicron di Indonesia, dikatakan dr. Reisa Broto Asmoro selaku juru bicara pemerintah, saat ini pemerintah sudah melakukan percepatan penanganan di berbagai lini, terutama 3T.

“Antisipasi yang paling gencar pastinya 3T, testing tracing treatment terutama di wilayah Pulau Jawa-Bali. Peningkatan rasio tracing harus terus ditunjang, karena ini penting sekali untuk mencegah meluasnya varian Omicron,” ungkap dr. Reisa, dalam siaran langsung Siaran Sehat di akun Instagram Kemenkes RI, Rabu (26/1/2022).

Baca Juga : Prediksi Lonjakan Kasus Omicron di Februari-Maret, Dokter Reisa: Memang Ada Studinya

Baca Juga : Kasus Omicron Naik, Dokter Tirta: Tak Usah Menyalahkan yang Liburan

Sedangkan pada lini treatment, dr. Reisa menambahkan pemerintah sudah menyediakan lokasi isolasi terpusat, menggiatkan penggunaan telemedicine, dan meningkatkan rasio bed alias tempat tidur untuk penanganan Covid-19 di rumah sakit. Selain itu, obat dan supply oksigen juga dipastikan telah tersedia untuk digunakan oleh masyarakat yang terinfeksi.

“Yang bikin agak lebih tenang sebenarnya, pemerintah sudah memastikan ketersediaan obat dan oksigen medis. Tapi saya harap ini enggak dibutuhkan sama masyarakat, kita enggak ingin banyak yang sakit. Ya paling tidak pemerintah sudah menyediakan, tapi mudah-mudahan kita jangan sampai perlu menggunakannya,” imbuh dr. Reisa

Menyokong percepatan di sektor 3T, dr. Reisa menilai cakupan vaksinasi primer dan vaksiansi dosis lanjutan ketiga alias booster masih harus dikejar.

“Supaya Omicron enggak makin meluas lagi, perlu perluasan cakupan vaksiansi lengkap (dua dosis) dan percepatan vaksinasi booster. Jika belum lengkap, segera lengkapi dosis vaksinnya dan yang sudah lengkap 2 dosis, buruan dosis ketiga atau booster. Vaksinasi ini yang bikin resiko perburukan kalau sampai tertular, bisa menurun,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini