Share

Konsumsi Lemak Berlebihan Bikin Gejala Covid-19 Makin Parah?

Antara, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 481 2538847 konsumsi-lemak-berlebihan-bisa-bikin-gejala-covid-19-makin-parah-cxp497kNt4.jpg Konsumsi lemak (Foto: Eat this not that)

KONSUMSI lemak jenuh berlebihan ternyata bisa memperparah gejala Covid-19 yang dialami pasien. Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Gizi Klinik dari PPSI Ilmu Gizi Klinik Universitas Indonesia, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK.

"Konsumsi banyak lemak terutama lemak jenuh bisa menyebabkan kondisi peradangan lebih berat, akibatnya yang mungkin keluhannya ringan tetapi karena konsumsi yang salah, akhirnya menjadi lebih berat gejalanya," ujar dia.

 infeksi Covid-19

Dokter Juwalita mengatakan, asupan tinggi lemak mempengaruhi reseptor tempat melekatnya virus SARS-CoV-2 atau ACE-2 sehingga membuatnya lebih mudah dimasuki virus.

Lebih lanjut, salah satu jenis lemak, yakni yang sifatnya jenuh bisa meningkatkan pengeluaran mediator yang sifatnya inflamasi dari sel imun. Akhirnya bila, inflamasi terjadi semakin berat maka ini akan memperparah gejala Covid-19 pasien.

Di sisi lain, diet tinggi lemak juga mempengaruhi kondisi bakteri baik dalam usus, menyebabkan terjadinya peradangan menyeluruh yang akhirnya menurunkan sistem imun tubuh.

"Mikrobiota di dalam tubuh ini punya manfaat luar biasa, tidak hanya menjaga kesehatan saluran cerna juga berdampak pada sistem imunitas tubuh karena membantu mengaktivitasi sel-sel imun tubuh, meskipun kelihatannya hanya di usus," tutur Juwalita.

Lemak sendiri termasuk salah satu komponen yang perlu seseorang batasi bila ingin mendapatkan kondisi tubuh sehat termasuk respon imun yang baik. Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi lemak 20-25 persen dari total energi (702 kkal) atau setara dengan 5 sendok makan per orang per hari (67 gram).

Lalu, pola makana seperti apa yang dianjurkan untuk para pasien Covid-19 termasuk yang sedang menjalani isolasi mandiri?

Dokter Juwalita menyerankan diet bergizi seimbang, seperti anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni konsumsi makanan segar dan minim olahan supaya untuk mendapatkan berbagai nutrisi yang dibutuhkan mencakup vitamin mineral, serat makanan, protein dan antioksidan demi pemulihan lebih baik dan cepat.

BACA JUGA:Breaking News: Terus Melonjak! Positif Covid-19 Tembus 8.077 Kasus

"Karbohidrat misalnya dari beras merah, beras cokelat, umbi-umbian. Protein bisa dari makanan segar seperti seafood ikan, udang, lalu ayam tanpa kulit, daging sapi, kacang-kacangan seperti kedelai, kacang almond. Ingat kita butuh magnesium, selenium, mikronutrien untuk bisa menyempurnakan diet sehat kita," tambah Dokter Juwalita.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini