Share

Gara-Gara Pandemi, Penanganan Stunting dalam 2 Tahun Terakhir Mandek

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 481 2539017 gara-gara-pandemi-penanganan-stunting-dalam-2-tahun-terakhir-mandek-CPritsd0Qj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH punya target untuk menurunkan kasus stunting di 2024 sebanyak 14 persen dari 24 persen saat ini. Apa kendalanya?

Ya, dalam upaya percepatan penurunan stunting sesuai dengan arahan presiden dalam Perpres Nomor 72 tahun 2021, ada target di 2024. Maka banyak pihak kolaborasi untuk mencapai target tersebut.

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP, mengatakan, sudah menjadi komitmen dari pemerintah untuk bisa menurunkan prevalensi stunting di 2024 mendatang.

"Sementara kita sekarang masih dalam posisi 24 persen dan harus turun jadi 14 persen dalam waktu 3 tahun ini. Memang bukan hal yang mudah, sehingga tiap tahun kita harus menurunkan 3,5 persen," ujarnya  di sela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 SEAMEO RECFON.

 Bayi

Banyak sektor yang bisa jadi jembatan untuk mencapai target ini. Misalnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Dia juga mengungkap kendala dalam mencapai target. Ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam menurunkan stunting.

"Pertama Covid-19, 2 tahun terakhir ini ganggu banget ya karena banyak sekali contohnya fasilitas kesehatan yang tutup, kemudian sekolah-sekolah juga tutup. Sehingga proses yang selama ini kita sudah targetkan sulit tercapai," tambahnya.

Berikutnya adalah desentralisasi. Di sini bagaimana peran dari pemerintah daerah menjadi penting.

"Jadi tidak hanya pusat tapi, juga daerah itu harus terlibat sampai dengan tingkat Desa ikut terlibat menurunkan stunting," terangnya.

Ketiga dari sisi anggaran, meski pemerintah pusat sudah berkomitmen, ya ada kenaikan anggaran walaupun kofit ya tapi refocusing silang nggak berpengaruh

"Tapi sekarang masalahnya ada di daerah-daerah kan nggak kita perlu dorong. Bagaimana APBD-nya dan  juga bisa mendukung upaya penurunan stunting ini. Tapi ternyata tidak semuanya berjalan baik," ujarnya.

Sementara itu, Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON) terus mendorong program percepatan pengentasan stunting sebagai Prioritas Nasional (PN).

Direktur SEAMEO RECFON, Muchtaruddin Mansyur menegaskan, “Untuk program pengentasan stunting, sektor pendidikan berperan penting melalui edukasi gizi terhadap komunitas pendidikan termasuk orang tua dalam kaitan pendidikan keluarga."

Muchtaruddin menjelaskan, “Satuan Pendidikan merupakan wahana strategis untuk menjangkau kelompok- kelompok usia yang penting dalam mengatasi masalah gizi.“

Peran penting satuan pendidikan dalam memberikan edukasi gizi merupakan bagian penting pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya. "Pendekatan ini sekaligus merupakan upaya pencegahan agar tidak terlahir lagi bayi dengan resiko stunting, mitigasi efek stunting dan masalah gizi lainnya”, ujar Muchtaruddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini