Share

Bergejala Ringan, Omicron Tetap Bisa Timbulkan Long Covid

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 481 2539212 bergejala-ringan-omicron-tetap-bisa-timbulkan-long-covid-NUnJg6fpRZ.jpg Omicron bisa timbulkan long covid (Foto: Antara)

PAKAR Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i mengimbau masyarakt untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada terhadap ancaman varian Omicron.

Menurutnya, meski varian Omicron cenderung bergejala ringan, namun bukan berarti infeksi ini boleh dibiarkan begitu saja.

 omicron

Perlu diketahui bahwa Omicron ini memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat ke semua populasi. Terlebih saat ini kasus Omicron di Indonesia sedang mengalami kenaikan yang signifikan. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan per 27 januari 2022, jumlah kasus konfirmasi Omicron di Indonesia mencapai 1.988 kasus.

“Selain mampu menyebar dengan cepat, ada pula yang namanya potensi Long Covid. Jadi ketika orang terkena Covid-19, itu gejalanya masih bisa jangka panjang,” kata dr. Fajri dalam unggahan video singkat di akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Jumat (28/01/2022).

Dokter fajri mengatakan, salah satu gejala yang paling sering terjadi adalah brain fog atau gangguan pada sistem saraf. Potensi seseorang mengalami brain fog ini cukup besar angkanya ada yang mencapai 40 – 50 persen.

Nyatanya Long Covid ini juga menyerang sistem saraf yang gejalanya sangat memengaruhi kondisi mental seseorang. Diantarnya adalah tidak bisa tidur, brain fog, depresi, kecemasan, dan lain sebagainya. Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang gejalanya ringan bahkan tidak bergejala.

 BACA JUGA: Menkes Minta Masyarakat Tidak Panik, ke Rumah Sakit Bila Gejala Infeksi Omicron Berat

“Bisa terjadi potensi lain seperti peradangan yang mengganggu regenerasi saraf. Atau autoimun di mana autoimunnya menyerang tubuh, bahkan direct infection (infeksi langsung) virus Covid-19 di sistem saraf. Jadi ada risikonya walaupun infeksi ringan Covid-19 nya. Kalau saya lebih memilih tidak terkena Covid-19,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini