Share

Wajah Jerawatan? Pilih Bedak Tabur ketimbang Compact

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 611 2539271 wajah-jerawatan-pilih-bedak-tabur-ketimbang-compact-N1ILzkEn8s.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JERAWAT memang menjadi penyakit kulit yang paling banyak menyerang seseorang, tidak peduli pria atau wanita. Selain menyebabkan rasa nyeri yang nyut-nyutan, jerawat juga bisa merusak penampilan.

Oleh karena itu, banyak orang memilih untuk meyamarkannya dengan menggunakan bedak. Tapi, pemilihan bedak yang salah malah semakin memperparah wajah Anda loh.

Dokter spesialis dermatologi dan venerologi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Dr. dr. Irma Bernadette S. Sitohang, Sp. KK(K) menyarankan orang dengan kulit berjerawat menggunakan bedak tabur ketimbang compact.

โ€œUntuk orang yang memiliki kulit berjerawat jangan menggunakan bedak compact. Bedak compact bisa menyebabkan kulit lebih berminyak dan merangsang pertumbuhan jerawat dan lebih baik yang menggunakan jenis bedak tabur," ungkap dia dalam siaran pers RSUI, seperti dilansir dari Antara.

Jerawat

Sementara untuk orang yang memiliki kondisi kulit normal, kosmetik yang ada di pasaran sudah melewati penelitian dan uji tes dan pada umumnya sehingga setiap individu bisa menggunakan produk tersebut. โ€œTidak ada permasalahan untuk memilih skincare untuk orang yang memiliki kondisi kulit normal, bisa dari review pemakaian keluarga, teman dekat apabila ingin mencoba produk tersebut," kata dia.

Kemudian, untuk mereka dengan kondisi kulit mudah berjerawat, Irma mengingatkan agar lebih berhati-hati dan lebih spesifik dalam memilih produk perawatan kulit.

Orang yang sedang melakukan proses terapi acne sebaiknya menggunakan produk yang sudah disarankan oleh dokter, dan apabila ingin menggunakan jenis kosmetik tertentu harus dikonsultasikan ke dokter.

Akne disebabkan hormon androgen, yakni ketika hormon androgen terbentuk lalu memengaruhi sel sebocyte yang berada di kelenjar minyak sehingga menyebabkan sel-sel di dalamnya besar atau bertambah banyak dan menyebabkan produksi minyak.

"Selain sel sebocyte, ada juga sel keratinoscyte yakni sel-sel yang ada pada lapisan kulit lapisan atas atau kulit ari. Hormon androgen memengaruhi sel ini sehingga menyebabkan sel keratinoscyte menjadi lengket dan susah lepas, ketika sel keratinoscyte lengket dan bertambah banyak ditambah produksi minyak, maka akan terjadi sumbatan," papar Irma.

Sumbatan inilah yang disebut sebagai komedo dan ketika komedo terpapar oleh kuman maka akan terjadi inflamasi atau peradangan. Peradangan tersebut yang kemudian dikatakan akne.

Jumlah kasus akne banyak terjadi pada remaja. Umumnya akne pertama kali muncul pada usia 12 โ€“ 15 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah kasus akne pertama muncul pada usia 14 โ€“ 17 tahun untuk perempuan dan 16-17 tahun untuk laki-laki.

Puncak keparahan akne biasanya terjadi pada usia 17 โ€“ 21 tahun dan 85 persen kasus akne ini akan sembuh pada usia 25 tahun, sementara 15 persen sisanya dapat menetap sampai dengan usia 49 tahun bahkan lebih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini