Share

6 Bahaya Beli Obat Keras Tanpa Resep Dokter, Awas Bisa Kelebihan Dosis Lho

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 29 Januari 2022 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 481 2539640 6-bahaya-beli-obat-keras-tanpa-resep-dokter-awas-bisa-kelebihan-dosis-lho-jEStZPsoy6.jpg Ilustrasi bahaya obat keras dibeli tanpa resep dokter. (Foto: Shutterstock)

OBAT keras harus dibeli dengan resep dokter, karena obat jenis ini tidak untuk sembarang orang. Namun di zaman modern ini, makin marak pembelian obat secara daring, tanpa bisa membedakan itu termasuk obat keras atau bukan.

Maka itu, masyarakat perlu berhati-hati dalam membeli obat secara online. Jangan mudah tergiur iklan penjualan karena ada obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter.

Baca juga: Obat Keras Harus dengan Resep Dokter, Terungkap Alasan Utamanya 

Dirangkum dari unggahan akun Instagram resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) @bpom_ri, Sabtu (29/1/2022), salah satu obat yang tidak boleh dibeli sembarangan adalah kategori obat keras. Obat jenis ini hanya boleh diperoleh dengan resep dokter.

Obat keras juga hanya boleh dibeli di apotek, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lain. Obat jenis ini memiliki efek pengobatan yang lebih kuat, jadi pemberiannya harus melalui pemeriksaan dokter terlebih dahulu.

Membeli obat keras tanpa resep dokter berpotensi terjadinya penggunaan obat yang tidak rasional. Adapun beberapa akibat yang dapat ditimbulkan di antaranya:

Baca juga: Simak! 8 Fakta Ilmiah Terbaru Varian Omicron yang Ditemukan Para Ahli 

1. Indikasi penggunaan tidak jelas atau keliru.

2. Pemilihan obat tidak tepat, obat yang dipilih bukan obat yang terbukti paling bermanfaat, paling aman, paling sesuai, dan paling ekonomis.

3. Cara penggunaan obat tidak tepat (besar dosis, cara pemberian, frekuensi pemberian, dan lama pemberian).

4. Kondisi dan riwayat pasien tidak dinilai secara cermat, tentang kondisi yang tidak memungkinkan menggunakan suatu obat, mengharuskan penyesuaian dosis atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko efek samping obat.

Baca juga: 11 Tanda-Tanda Kematian Menurut Medis yang Jarang Disadari 

Baca juga: Apa Itu OCD yang Diderita Aliando Syarief? 

5. Pemberian obat tidak disertai dengan penjelasan yang sesuai.

6. Pengaruh pemberian obat, baik yang diinginkan atau yang tidak diinginkan, tidak diperkirakan sebelumnya dan tidak dilakukan pemantauan secara langsung atau tidak langsung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini