Share

Tenun Sasak NTB Dibawa Naik Kelas lewat Creative Showcases

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 31 Januari 2022 05:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 194 2540239 tenun-sasak-ntb-dibawa-naik-kelas-lewat-creative-showcases-RT5OzFA2nn.jpg Fashion show. (Foto: UniSadhuGuna)

LEBIH dari 200 mahasiswa USG Education unjuk gigi menampilkan karya fashion bertajuk kekayaan alam dan kearifan lokal. Seperti apa?

Di gelaran Creative Showcases dengan tema “Thrive in the new era with Indonesian Craft”, mereka mempersembahkan harta karun terpendam berupa Alam dan Kriya dari Kabupaten Pesawaran, Lampung dan Mandalika, NTB.

Hasil karya ini mengangkat tema kebanggaan atas kekayaan ragam budaya dan pesona alam Indonesia dengan menampilkan produk yang mewakili nilai Nusantara.

Mereka berkreasi mengembangkan kerajinan asli pesawaran yaitu Sulam Jelujur dan Tenun Sasak NTB. Menariknya, mereka juga berkolaborasi dengan HOPE (Gelang Harapan) untuk melakukan Social movement dalam memperingati World Cancer Month.

Mereka juga mempersembahkan karya ini di hadapan istri Menparekraf Nur Asia Uno. Acara dihelat di UIC College BSD Campus.

Presiden Direktur UniSadhuGuna Adhirama Gumay, mengatakan lewat kegiatan ini para mahasiswa dapat mengenal lebih jauh lagi ragam budaya Indonesia. Mereka juga akan mudah mengembangkannya di kancah global.

 Fashion show

“Era revolusi industri 4.0 menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu fundamental strategis, ditandai dengan terus dilakukannya inovasi dan kreativitas," ujarnya.

Anak muda, menurut Adhirama, memang harus menjaga warisan budaya, karena ada korelasinya dalam membantu pembentukan karakter generasi sejak dini.

Generasi muda memegang peran besar sebagai promotor perilaku peduli budaya bangsa, dan di sinilah mereka bisa mengkomunikasikan hal tersebut melalui berbagai aksi kreatif, inovatif dan sosial," tambah Adhirama.

Fashion show ini juga disaksikan oleh Hj. Nur Asia Uno. Ia bangga dengan karya-karya mahasiswa yang mengangkat kearifan lokal budaya Indonesia.

"Dalam mengenalkan kearifan lokal ini butuh regenerasi sumber daya manusia terutama di bidang kriya dan meneruskan warisan budaya bangsa," ucap Nur Asia Uno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini