Share

Peneliti Mulai Uji Vaksin HIV, Gunakan Teknologi mRNA untuk Hasilkan Antibodi

Hasyim Ashari, Jurnalis · Rabu 02 Februari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 481 2540856 peneliti-mulai-uji-vaksin-hiv-gunakan-teknologi-mrna-untuk-hasilkan-antibodi-BtE8R3c6sO.jpg Peneliti uji coba Vaksin HIV (Foto: Astro Awani)

PERUSAHAAN Biotek asal Amerika Serikat, Moderna mengatakan pihaknya telah melakukan pengujian terhadap vaksin HIV. Peneliti menggunakan teknologi messenger RNA pada manusia. 

Moderna bekerja sama dengan International AIDS Vaccine Initiative untuk melakukan penelitian. Uji coba Fase 1 ini sedang dilakukan di Amerika Serikat di antara 56 orang dewasa sehat yang HIV-negatif pada Kamis 27 Januari 2022.

Uji Coba Vaksin HIV

Meskipun penelitian selama empat dekade, dokter belum mengembangkan vaksin untuk melindungi orang dari virus penyebab AIDS. Tetapi, harapan tersebut membuahkan hasil karena teknologi mRNA.

BACA JUGA : 3 Tahap Infeksi HIV Serang Tubuh hingga Jadi AIDS

Tujuan dari vaksin yang sekarang sedang diuji adalah untuk merangsang produksi sejenis antibodi yang disebut antibodi penetral luas atau bnAbs. Antibodi tersebut berperan melawan banyak varian HIV. Vaksin tersebut diklaim menghasilkan limfosit B yang merupakan bagian dari sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi tersebut.

BACA JUGA : Kenali AIDS, Gejala hingga Pencegahannya

Dalam uji coba ini, peserta disuntik dengan imunogen yaitu zat yang dapat memicu respons imun dan kemudian booster imunogen akan menyusul setelahnya. Zat-zat ini akan dikirimkan dengan teknologi mRNA.

"Induksi bnAbs secara luas dianggap sebagai tujuan vaksinasi HIV, dan ini adalah langkah pertama dalam proses itu," kata Moderna dan IAVI dikutip Channel News Asia (CNA), Jumat (28/1/2022).

Imunogen yang digunakan dalam uji coba ini dikembangkan oleh IAVI dan Scripps Research Institute, dengan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation, Institut Nasional Alergi, Penyakit Menular Amerika Serikat dan Moderna.

Percobaan pertama tahun lalu menguji imunogen pertama tetapi tanpa menggunakan teknologi mRNA. Hasilnya menunjukkan bahwa respons imun muncul pada orang yang ikut serta pada uji coba tersebut. Langkah selanjutnya adalah membawa Moderna dengan teknik mRNA barunya.

“Mengingat kecepatan produksi vaksin mRNA, platform ini menawarkan pendekatan yang lebih gesit dan responsif terhadap desain dan pengujian vaksin,” kata pernyataan Moderna-IAVI.

“Pencarian vaksin HIV telah lama dan menantang, dan memiliki alat baru dalam hal imunogen dan platform dapat menjadi kunci untuk membuat kemajuan pesat menuju vaksin HIV yang sangat dibutuhkan dan efektif,” kata Mark Feinberg, CEO IAVI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini