Share

Deretan Gangguan Mental yang Umum Terjadi, Nomor 2 Didominasi Wanita

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 01 Februari 2022 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 481 2540935 deretan-gangguan-mental-yang-umum-terjadi-nomor-2-didominasi-wanita-jCvVsrudCD.jpg Ilustrasi gangguan mental. (Foto: Dashu83/Freepik)

GANGGUAN mental jangan sampai dianggap sepele atau tidak penting, sebab terjadi di dalam diri seseorang. Maka itu, perlu ditangani dengan tepat dari beragam jenis gangguan mental yang ada.

Gangguan mental yang sering muncul adalaj kecemasan dan perubahan suasana hati. Dalam gangguan mental tersebut tentu masing-masing memiliki cara menanganinya. Bagaimana langkahnya? Berikut penjelasannya, sebagaimana telah MNC Portal rangkum.

Baca juga: Dokter Reisa Ungkap 2 Syarat Pasien Covid-19 Boleh Lakukan Isoman 

1. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan umumnya berupa perasaan cemas dan takut atau teror yang tiba-tiba yang mencapai puncaknya dalam beberapa menit (serangan panik). Biasanya penderita akan mengalami rasa ketakutan yang hebat disertai dengan perubahan tanda fisik, seperti detak jantung yang makin cepat, berkeringat, merasa pusing, serta sulit berkonsentrasi atau tidur.

Contoh gangguan kecemasan termasuk gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial (fobia sosial), fobia spesifik, dan gangguan kecemasan perpisahan. Terkadang kecemasan diakibatkan oleh kondisi medis yang membutuhkan perawatan.

Baca juga: Ini Momen yang Bikin Carla Yules Sadar Miss Indonesia Bukan Sekadar Ajang Kecantikan 

Tidak ada cara untuk memprediksi secara pasti apa yang penyebab seseorang mengalami gangguan ini. Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak gejala jika Anda cemas:

- Cari bantuan lebih awal: Kecemasan, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, bisa lebih sulit diobati jika Anda menunggu.

- Tetap aktif: Berpartisipasilah dalam aktivitas yang disukai dan yang membuat merasa nyaman dengan diri sendiri. Nikmati interaksi sosial dan hubungan yang penuh perhatian agar dapat mengurangi kekhawatiran Anda.

- Hindari alkohol atau penggunaan narkoba: Menggunakan alkohol dan penggunaan narkoba dapat menyebabkan atau memperburuk kecemasan. Jika Anda tidak dapat berhenti sendiri, temui dokter atau temukan kelompok pendukung untuk membantu.

2. Gangguan suasana hati (mood disorder)

Gangguan mental ini diketahui perubahan mood (mood swings) yang memang normal terjadi pada setiap orang. Seseorang bisa merasakan sedih, marah, dan bahagia dari waktu ke waktu, tergantung keadaan saat itu. Namun, penderita mood disorder cenderung memiliki suasana hati yang tidak sesuai dengan keadaannya.

Dikutip dari MedlinePlus, gangguan ini memengaruhi 1 dari 10 orang yang berusia 18 tahun ke atas. Sementara wanita disebut lebih sering mengalami gangguan mood dibandingkan dengan pria, perlu diketahui beragam jenisnya mood disorder, antara lain; Depresi mayor, Bipolar disorder, Dysthymia, Siklotimia, Seasonal affective disorder (SAD), Premenstrual dysphoric disorder, Disruptive mood dysregulation,dan lain-lain.

Baca juga: Simak, 9 Aturan Prokes Perayaan Imlek di Tengah Pandemi Covid-19 

Sebagian besar kasus gangguan mood berhasil diatasi dengan berbagai jenis pengobatan. Penderitanya dapat menjalankan aktivitas secara produktif serta menikmati hidup yang stabil dan sehat. Tergantung pada jenis dan tingkat keparahan yang dialami, berikut adalah beberapa cara atau prosedur pengobatan yang umum dilakukan untuk mengobati mood disorder:

- Obat-obatan: Beberapa obat yang umum diberikan, yaitu antidepresan. Obat antidepresan seperti fluoxetine atau duloxetine, diberikan untuk mengatasi depresi, atau fase depresi pada penderita bipolar disorder. Penstabil mood untuk mengatasi mood swing, obat penstabil mood, seperti carbamazepine, sering diresepkan. Antipsikotik merupakan jenis obat yang diberikan adalah aripiprazole, biasa digunakan untuk untuk penderita bipolar disorder yang mengalami fase mania atau episode campuran (mania dan depresi secara bersamaan).

Baca juga: Ramai saat Imlek, Ini 5 Kuliner Paling Enak di Petak Enam Glodok 

- Psikoterapi: Beberapa bentuk psikoterapi yang umum dilakukan yaitu cognitive-behavioral therapy (CBT), terapi interpersonal, atau lainnya.

- Terapi stimulasi otak: Bentuk terapi stimulasi otak ini bisa berupa electroconvulsive therapy (ECT), transcranial stimulation, atau yang lainnya. Perlu dipahami bicaralah dengan profesional perawatan kesehatan jika Anda merasa seperti emosi mengganggu pekerjaan, hubungan, aktivitas sosial, atau bagian lain dari hidup Anda; memiliki masalah dengan minuman atau obat-obatan; memiliki pikiran atau perilaku untuk bunuh diri, segera cari perawatan darurat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini