Share

Awas, Konsumsi Alkohol Terbukti Bisa Sebabkan Kanker!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 03 Februari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 481 2541354 awas-konsumsi-alkohol-terbukti-bisa-sebabkan-kanker-rP5ACJnKTF.jpeg Alkohol terbukti tingkatkan risiko kanker (Foto: Medicaldaily)

KANKER merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, diperkirakan 10 juta kematian terjadi pada 2020. Dari kasus kematian itu, 70 persen terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Bicara soal kanker, maka Anda harus tahu bahwa ada beberapa penyebab yang dapat memicu sel kanker tumbuh di tubuh Anda. Salah satunya adalah konsumsi alkohol.

"Penyebab kanker bermacam-macam, mulai dari perokok aktif dan pasif hingga mengonsumsi alkohol berlebihan," papar Plt. Direktur P2PTM Kemenkes, Elvieda Sariwati, dalam acara Hari Kanker Sedunia secara virtual, Rabu (2/2/2022).

Alkohol

Konsumsi alkohol berlebih sebagai faktor risiko kanker terbukti benar berdasar hasil studi terbaru yang dipublikasi dalam International Journal of Cancer.

Studi genetik yang dilakukan dalam skala besar ini dipimpin oleh Oxford Population Health, bekerja sama dengan Peking University dan Chinese Academy of Medical Sciences, Beijing.

Studi dilakukan dengan mengamati sampel DNA dari lebih 150.000 orang dewasa, sebagian besar Wanita di Tiongkok.

BACA JUGA : Merokok dan Minum Alkohol Bisa Kurangi Kepadatan Tulang

Peneliti menemukan bahwa alkohol yang masuk ke dalam tubuh terurai menjadi asetaldehida yang mana zat tersebut merusak DNA tubuh. Ketika DNA sudah rusak, sel dapat mulai tumbuh di luar kendali dan ini meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker.

"Pria yang rutin mengonsumsi alkohol memiliki risiko kanker kepala dan leher, serta kanker kerongkongan yang jauh lebih tinggi," papar studi tersebut.

BACA JUGA : Tinggal Sendirian saat Pandemi Berisiko Kecanduan Alkohol, Kok Bisa?

Beda dengan peminum 'social' atau sesekali, data menunjukkan bahwa kerusakan DNA tidak teramat berarti. Artinya, risiko kanker tidak sebesar mereka yang minum dalam intensitas tinggi.

"Hanya 2% wanita yang minum alkohol secara teratur yang tidak memperlihatkan kerusakan DNA," ungkap studi itu. Artinya, sangat jarang ditemukan mereka yang minum alkohol secara teratur tetapi aman dari risiko kanker.

"Studi ini menjelaskan dengan jelas bahwa konsumsi alkohol secara langsung menyebabkan peningkatan risiko berbagai jenis kanker," kata peneliti utama dr Pek Kei Im dalam pernyataan resmi, dikutip dari Fox News.

Peneliti menyarankan kepada masyarakat agar mengurangi konsumsi alkohol untuk mencegah kanker. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bahkan mencatat ada 3 juta kematian akibat alkohol pada 2016.

"Alkohol terbukti meningkatkan risiko kanker mulut dan tenggorokan, laring, kerongkongan, usus besar dan rektum, hati, dan kanker payudara," ungkap laporan CDC.

Alkohol yang dimaksud CDC dalam pernyataannya termasuk anggur merah, anggur putih, bir, atau minuman beralkohol lainnya. "Semua terkait dengan risiko kanker. Semakin sering Anda minum alkohol, semakin tinggi risiko kanker yang Anda dapatkan," tegas CDC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini