Share

Cara Deteksi Kanker Payudara dengan SADARI, Hanya 7 Menit!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 03 Februari 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 481 2541456 cara-deteksi-kanker-payudara-dengan-sadari-hanya-7-menit-ygtWni6wBk.jpeg Cara deteksi kanker payudara dengan SADARI (Foto:

HARI Kanker Sedunia diperingati pada 4 Februari. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat terkait pendeteksian kanker payudara sejak dini.

Data Globocan tahun 2020 menunjukan, kanker payudara menjadi kasus yang paling banyak ditemukan di dunia. Di Indonesia sendiri terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara dengan kematian lebih dari 22 ribu jiwa.

Linda Agum Gumelar selaku Ketua dan Pendiri YKPI mengatakan, melakukan pendeteksian sejak dini bisa menurunkan angka kanker payudara stadium lanjut. Praktik ini disebut sebagai SADARI, yaitu perikSa payuDara SendiRi.

Linda Gumelar

"Praktik SADARI ini tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara ya. Ini diperuntukan untuk masyarakat awam dan kader kesehatan," kata Linda Agum Gumelar, Ketua dan Pendiri YKPI, dalam Webinar Hari Kanker Sedunia secara virtual, Rabu (2/2/2022).

BACA JUGA : Kanker Payudara di Indonesia Masih Menghkawatirkan, Kemenkes Coba Cara Baru untuk Deteksi Dini

Selain itu, sosialisasi skrining dan deteksi dini kanker payudara pun perlu dilakukan demi meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya SADARI. Pasalnya, pemeriksaan kanker payudara ini masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, bahkan tak jarang menyebutnya sebagai penyakit kutukan.

"Rasa malu, tabu, stigma ini harus dihilangkan dari masyarakat. Pada waktu itu masih tabu ya, saya ingat sekali masih bisik-bisik seolah penyakit kutukan," ujar Linda.

BACA JUGA : Banyak Perempuan Masih Takut Lakukan Deteksi Diri Kanker Payudara

Melansir dari situs YKPI, melakukan praktik SADARI ini rupanya hanya membutuhkan waktu selama 7 menit. Praktik ini dapat dilakukan sewaktu mandi karena busa sabun akan mempermudah saat meraba payudara. Berikut langkah-langkahnya:

1. Perhatikan dengan teliti payudara Anda di muka cermin, dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan bila ada benjolan atau perubahan bentuk dan ukuran pada payudara (Payudara kanan dan kiri secara normal tidak persis sama).

2. Angkatlah kedua lengan ke atas sampai kedua lengan berada di belakang kepala dan tekan ke depan, ulangi pemeriksaan seperti langkah awal.

3. Tekanlah kedua tangan anda kuat-kuat pada pinggul dan gerakan kedua lengan dan siku ke depan sambil mengangkat bahu. Cara ini akan menegangkan otot-otot dada anda dan perubahan-perubahan seperti cekungan (dekok) dan benjolan akan lebih terlihat.

4. Angkat lengan kiri anda. Rabalah payudara kiri dengan tiga ujung tengah lengan kanan yang dirapatkan. Perabaan dapat dilakukan dengan cara:

- Gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, dimulai dari pinggang atas (Posisi Jam 12) dengan mengikuti arah jam bergerak ke tengah ke arah puting susu.

- Gerakan dari atas ke bawah dan sebaliknya

- Gerakan dari bagian tengah ke arah luar. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan anda.

5. Pencet pelan-pelan daerah sekitar puting kedua payudara dan amatilah apakah keluar cairan yang tidak normal atau tidak biasa.

6. Berbaringlah dengan tangan kiri di bawah kepala. Letakan bantal kecil di bawah bahu kanan. Lalu, rabalah seluruh permukaan payudara kiri dengan gerakan seperti diuraikan pada nomor 1. Lakukan pada pemeriksaan yang sama untuk payudara yang kanan.

7. Berilah perhatian khusus pada payudara bagian atas dekat ketiak (Kwardran Superolateral) kanan dan kiri, sebab di daerah tersebut banyak ditemukan tumor payudara. Jika ditemukan kelainan atau ada perubahan dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya, maka segera periksa diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini