Share

Ahli Virologi Ungkap Sulitnya Melacak Virus Omicron

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 481 2543311 ahli-virologi-ungkap-sulitnya-melacak-virus-omicron-UIlZGilrAR.jpeg Tes PCR untuk melacak Covid-19. (Foto: Okezone)

DETEKSI varian Omicron tak bisa sekadar memakai alat tes PCR biasa. Kenapa demikian?

Ahli Virologi sekaligus Direktur Laboratorium KalGen Innolab, Andi Utama, Ph.D menjelaskan, proses pelacakan semua jenis virus corona tidak sederhana. Apalagi semuanya sudah bermutasi sehingga harus lebih teliti dalam pelacakannya.

“Selama virus itu memiliki kesempatan berkembang biak, maka proses mutasi itu akan terus terjadi. Apalagi, material genetik dari virus ini adalah RNA, dimana mutasi RNA jauh lebih cepat daripada DNA,” ujar Andi dalam live Instagram Kalbe Farma bersama KalGen Innolab.

Omicron

Selama virus bermutasi pun bisa ada yang menguntungkan dan merugikan. Jika ada mutasi yang merugikan, maka virus akan hilang. Sedangkan untuk Omicron adalah hasil mutasi yang berhasil bertahan untuk kepentingan dari virus itu sendiri.

"Proses pelacakannya pun tidak sederhana. Konsep dasar dari pengembangan mendeteksi virus karena objeknya adalah material genetik, maka ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, mencari bagian virus yang unik spesifik yang mendekati SARS-CoV-2. Kedua, memilih daerah yang tidak mudah berubah," tambah dia.

Untuk mendeteksi Omicron, kata Andi, perlu software yang mampu menjejerkan ratusan ribu data genom virus dan mencari bagian genom yang lestari. Dia menyebutkan, ada dua metode untuk mendeteksi varian Omicron. Keduanya berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) 2021.

“Pertama, STGF (S-Gene Target Failure), konsepnya mencari Gen S yang tidak bisa dideteksi karena dari awal dibuatkan desain untuk virus original. Dalam hal ini, akan ada kemungkinan varian selain omicron,” tuturnya.

Metode lain yang bisa dipilih yakni SNP (Single Nucleotide Polymorphism). Metode ini langsung menjadikan titik mutasi sebagai target, maka sangat mendekati varian omicron.

“Metode kedua itu kami sebut dengan PCR O+. Sudah menyasar atau lebih spesifik karena sudah kami targetkan. Sebagai tambahannya, kami menggunakan tiga gen original, maka memperkecil kemungkinan kekeliruan. Tetapi saya tekankan, kami sepakat bahwa gold standard untuk memastikan semua itu adalah WGS,” ucapnya.

Sementara itu, Andi juga menegaskan bahwa PCR biasa tak bisa mendeteksi Omicron karena perlu spesifikasi. Menurut dia, PCR hanya mendeteksi bagian-bagian kecil yang spesifik.

"Kalau WGC (Whole Genome Sequencing), mengidentifikasi semua genom virus yang konsekuensinya perlu waktu lama dan biaya besar. Tapi untuk menentukan itu varian apa, hasilnya oke. Kalau PCR, hanya mencari bagian lestari dengan bagian tertentu yang dipilih,” papar Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini