Share

Kenali 5 Ciri Saraf Terjepit yang Patut Diwaspadai

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 481 2543453 kenali-5-ciri-saraf-terjepit-yang-patut-diwaspadai-Vxyi7tY7kJ.jpg Ciri-ciri saraf terjepit (Foto: Healthline)

ADA beberapa ciri-ciri saraf terjepit yang perlu Anda ketahui sebelum kerusakan saraf menjadi komplikasi dan permanen. Saraf terjepit alias herniated nucleus pulposus (HNP) bisa menimpa seluruh bagian tulang belakang.

Gangguan itu bisa menyerang punggung bawah hingga tulang leher. Kenali ciri-cirinya dan segera periksakan ke dokter jika mengalami tanda-tandanya. Apa saja? Dikutip dari Self, simak ulasannya berikut ini, Minggu (30/1/2022).

1. Mengalami kelemahan otot di area tubuh tertentu

Saraf Terjepit

Ciri-ciri saraf terjepit yang pertama adalah mengalami kelemahan otot di area tubuh tertentu. Kelemahan pada otot bisa menjadi tanda bahwa salah satu saraf motorik Anda mengalami banyak tekanan dan terjepit. Kondisi ini memberi sinyal pada tubuh bahwa otot yang terhubung dengan saraf tidak dapat bekerja dengan baik.

Jika kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti masalah koordinasi atau kesulitan bernapas, kemungkinan besar menandakan adanya penyakit lain, seperti serangan jantung, stroke, atau multiple sclerosis.

BACA JUGA : Saraf Terjepit Paling Sering Terjadi di Bagian Tubuh Ini

2. Rasa sakit seperti terbakar

Ciri-ciri saraf terepit lainnya adalah merasa sakit seperti terbakar. Ini bisa terjadi karena sesuatu di dekat saraf Anda sedang meradang. Anda mungkin tidak merasakan nyeri pada area saraf yang tertekan, melainkan merasakannya di tempat saraf berakhir, seperti di bagian bawah kaki atau tangan Anda. Misalnya, jika saraf yang terjepit adalah saraf sciatic yang berada di punggung bawah, maka rasa sakitnya justru akan muncul di bagian kaki.

BACA JUGA : Kenali Saraf Terjepit, Risiko Nyeri yang Rentan Dihadapi saat WFH

3. Sering kesemutan pada tangan atau kaki

Ciri-ciri saraf terjepit selanjutnya adalah sering merasa kesemutan atau parestesia pada tangan atau kaki. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa saraf Anda sedang mendapatkan tekanan besar yang menghambat aliran darah. Biasanya akan terjadi ketika kaki atau tangan terlipat dalam waktu yang cukup lama. Kemudian kondisi ini akan membaik jika Anda menggerak-gerakan bagian yang kesemutan.

Namun perlu diperhatikan, parestesia hanya terjadi jika saraf terus-menerus mendapat tekanan. Jika kondisi ini sering terjadi, tetapi tidak jelas atau ragu terkait penyebabnya, ini bisa jadi ciri-ciri saraf kejepit. Segera periksakan kondisi Anda kepada dokter, ya.

4. Rasa sakit seperti ditusuk benda tajam

Ciri-ciri saraf kejepit berikutnya adalah merasa sakit seperti ditusuk benda tajam, misalnya peniti dan jarum. Anda harus tahu bahwa ada tiga jenis saraf utama di tubuh Anda, yakni saraf sensorik yang bertanggung jawab atas perasaan Anda, saraf motorik yang mengontrol gerakan sukarela otot Anda, dan saraf otonom yang menangani fungsi terkait organ otomatis seperti berkeringat, mengatur tekanan darah, dan pernapasan. Nah, tugas saraf Anda adalah mengirimkan sinyal dari satu titik ke titik lain di tubuh Anda. Jika sinyal tersebut terhalang, maka akan muncul rasa sakit seperti tertusuk jarum. Ini menandakan saraf sensorik Anda sedang tertekan.

5. Mati rasa atau kurang peka pada area tubuh tertentu

Ciri-ciri saraf terjepit yang terakhir adalah mati rasa atau kurang peka pada area tubuh tertentu. Kondisi ini biasanya disebabkan karena adanya tekanan pada aliran darah di saraf. Tekanan besar akan menghambat aliran darah dan mengurangi kadar oksigen pada sel-sel saraf, sehingga kemampuan saraf untuk merasakan jadi terganggu.

Misalnya, Anda tidak dapat merasakan lengan Anda di pagi hari ketika bangun tidur karena berbaring di atasnya. Tekanan ini dapat menyebabkan masalah dengan kemampuan saraf. Akibatnya, tangan atau lengan Anda mungkin terasa mati rasa sampai tekanan yang menghalangi aliran darah hilang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini