Share

Viral Polemik Hasil Tes Swab, Menkes Budi: Tidak Ada PCR 100% Sempurna

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 612 2543590 viral-polemik-hasil-tes-swab-menkes-budi-tidak-ada-pcr-100-sempurna-0VrNdwmsNv.jpg Ilustrasi Tes PCR. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA waktu lalu memang viral adanya hasil tes Swab PCR yang salah sasaran. Hasil tes tersebut menunjukkan positif Covid-19, padahal si pemilik nama belum menjalankan tesnya.

Setelah diusut, ternyata hasil tes PCR tersebut adalah milik orang lain dengan nama yang sama. Memang, dalam beberapa kasus terjadi mereka yang dites negatif atau positif, ternyata memiliki hasil yang bertolak belakang ketika melakukan tes di tempat lain.

Kondisi false alarm terkait hasil tes swab Covid-19, ketika hasil tes swab yang satu dengan yang lainnya menunjukkan hasil berbeda yang banyak terjadi di masyarakat belakangan ini, akhirnya dijawab oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Dengan tegas Menkes Budi menjawab, tidak ada tes swab PCR yang 100 persen pasti sempurna. Inilah kenapa, di lapangan faktanya bisa terjadi selisih perbedaan.

“Tidak ada tes PCR yang 100 persen sempurna, karena baik dari senstivitas maupun spesifitasnya kisarannya itu antara 95-99 persen. Jadi kalau sempat tes kita kemarin 500 ribu tes sehari, ya 1 persen atau 5.000 yang bisa missed," tegas Menkes Budi, ketika siaran langsung Keterangan Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (7/2/2022).

"Tidak ada tes PCR di mana pun di dunia ini yang 100 persen tepat, selalu ada selisihnya,” tambah dia.

Merespon situasi ini, sekarang Kemenkes sudah mengizinkan untuk melakukan tes swab pembanding yang biayanya ditanggung secara pribadi. Terutama bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Untuk kedatangan luar negeri yang sering rame Kemenkes sudah mengizinkan kalau misalnya ada di tes positif, boleh melakukan tes pembanding dan sekaligus 2 lab yang berbeda dan sudah terakreditasi oleh Kemenkes,” lanjut Menkes Budi.

Dengan tes pembanding tersebut, sehingga bisa dilihat dari tiga hasil tes swab sekaligus sebagai penegak diagnosis.

“Sehingga kalo keluar dua hasilnya, langsung bisa kita liat hasilnya kan jadi ada 3 itu hasilnya. Kalau rasionya 2:1 bilang negatif ya otomatis negatif, kalau 2 dari 3 hasil itu bilang positif ya orang itu positif Covid-19,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini