Share

3 Pilar Utama Atasi Kanker di Indonesia versi IDI

Tim Okezone, Okezone · Selasa 08 Februari 2022 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 612 2544018 3-pilar-utama-atasi-kanker-di-indonesia-versi-idi-g5KanjFBgY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANGKA kanker di Indonesia memang cukup tinggi, mengingat minimnya deteksi dini yang dilakukan masyarakat. Memang, masalah kanker ini bukan saja masalah kanker di Indonesia, tapi ini juga masalah kanker di dunia.

Menurut data GLOBOCAN 2020, angka kanker pada negara-negara yang berpenghasilan menengah ke bawah atau negara berkembang termasuk Indonesia cukup tinggi. Kanker tertinggi di Indonesia didominasi oleh dua yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau serviks.

Kanker payudara sekitar 30,8 persen dari seluruh total kanker yang ada, dan kanker leher Rahim 17,2 persen dari total kanker. Selain dua jenis kanker itu, angka kejadian kanker yang tinggi di Indonesia adalah kanker paru (14 persen) dan kanker kolerektum pada laki-laki (11,9 persen).

Ketua Umum Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Adib Khumaidi, Sp.OT mengatakan penanggulangan masalah penyakit kanker bisa dilakukan dengan menggunakan tiga pilar utama dalam sistem kesehatan nasional, yakni pendidikan, pelayanan, dan pembiayaan.

Kanker

Tiga pilar utama dalam sistem kesehatan nasional itu bisa dikaitkan dengan sistem pendidikan, pelayanan, dan pembiayaan. Sistem pendidikan ini bisa menjadi perhatian di institusi pendidikan serta organisasi profesi.

"Kita semakin sering memperluas edukasi-edukasi kepada para teman sejawat (dokter) kita terutama garda terdepan untuk bisa memahami, melakukan deteksi dini dan juga bisa melakukan upaya-upaya preventif, promotif kepada masyarakat," ujar Adib seperti dilansir dari Antara.

Pada pilar pelayanan, Adib mengharapkan semakin banyak pusat-pusat pelayanan kanker yang bisa diakses masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Adib, hal ini sebelumnya pernah diterapkan pada masalah penanganan jantung.

"Pusat rumah sakit kanker juga perlu untuk ditingkatkan sehingga mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik dalam penanggulangan kanker," katanya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Adib juga meminta kepada para dokter untuk lebih meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait dengan penyakit kanker. Menurutnya, kanker bisa menjadi penyakit yang tidak mematikan jika dilakukan penanganan sedini mungkin.

"Semakin sering kita melakukan edukasi maka masyarakat akan lebih memahami bahwa kanker ini bukan penyakit yang mematikan. Deteksi dini, penanganan yang baik, kemudian fasilitas yang baik dan juga didukung oleh sistem pembiayaan pemerintah ini bisa sukses untuk penanganan kanker ke depan," ujar Adib.

Bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia yang mengangkat tema "Close the Care Gap", Adib berpesan bahwa kesadaran akan penyakit kanker memiliki peran yang sangat penting dalam hal penanggulangan serta dapat memberikan dampak positif bagi penyembuhan.

"Ini sebenarnya adalah sebuah kampanye multitahun yang menjanjikan lebih banyak exposure dan interaksi, lebih banyak meningkatkan kesadaran tentang masalah ini dan pada akhirnya bisa memberikan pengaruh yang positif di dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit kanker," kata Adib.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini