Share

Begini Cara Membaca Obat dan Suplemen dari Nomor Izin Edar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 08 Februari 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 612 2544145 begini-cara-membaca-obat-dan-suplemen-dari-nomor-izin-edar-xf7ROB8Rz1.jpg Ilustrasi Obat. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang mengonsumsi suplemen ketika sakit dengan harapan dapat segera sembuh. Padahal, suplemen dibuat bukan untuk mengtasi penyakit yang diderita seseorang.

Suplemen juga memang mengandung bahan seperti vitamin, mineral, asam amino dan atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. Tapi, tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh.

Sedangkan obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk memengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan, dan kontrasepsi untuk manusia.

Merangkum dari laman Instagram Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), @bpom_ri, suplemen kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan atau efek fisiologis.

Karena memiliki fungsi yang berbeda, maka nomor izin edar suplemen kesehatan dan obat pun berbeda. Adapun cara membedakan suplemen kesehatan dan obat adalah:

Obat

Suplemen Kesehatan

Diawali dengan POM diikuti kode 2 huruf dan 9 digit angka, contohnya: POM SD 123456789

SD: Suplemen kesehatan dalam negeri

SI: Suplemen kesehatan impor

SL: Suplemen kesehatan lisensi

Obat

Diawali dengan 3 huruf dan kode 12 digit angka, contohnya: DKL 123456789123

Huruf ke-1

D: Nama Dagang

G: Generik

Huruf ke-2

B: Obat bebas

T: Obat bebas terbatas

K: Obat keras

P: Psikotropika

N: Narkotika

Huruf ke-3

L: Obat produk dalam negeri

I: Obat impor

E: Obat untuk keperluan ekspor

K: Obat untuk keperluan khusus

Adapun hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan suplemen adalah:

1. Tidak untuk mengobati atau menggantikan obat yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.

2. Memenuhi dan melengkapi kebutuhan zat gizi sehingga membantu agar tubuh pulih dari kondisi penyakit tertentu.

3. Tidak bertujuan untuk menggantikan makanan sehari-hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini