Share

Benarkah Mata Minus Makin Parah karena Sering Lepas Kacamata?

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 13 Februari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 13 481 2546384 benarkah-mata-minus-makin-parah-karena-sering-lepas-kacamata-NKP4wnjfnn.jpg Kebiasaan lepas kacamata (Foto: All About Vision)

TAK sedikit pengidap mata minus atau rabun jauh yang melepas kacamatanya setiap saat. Entah karena malas, merasa kurang nyaman dengan bingkai kacamatanya, desain yang terlihat kuno, atau bahkan takut dipandang sebagai 'kutu buku' dari lingkungan sekitar. Lantas, apakah kebiasaan ini akan memperburuk kondisi kesehatan mata minus?

Jawabannya adalah iya. Kacamata koreksi refraksi, seperti kacamata minus, sebaiknya dipakai secara terus-menerus, begitu pun pada kacamata untuk penderita rabun dekat, mata silinder, dan kelainan refraksi mata lainnya. Pasalnya, selain memperjelas penglihatan, kacamata ini juga berfungsi untuk menahan terjadinya progresivitas pada miopi.

Mata Minus

"Kacamata minus, silinder sebaiknya dipakai terus, tujuannya satu untuk memperjelas penglihatan dan menahan progresivitas dari minusnya itu. Istilahnya rem ya, kalau dilepas pasang itu matanya jadi bingungkan, akhirnya terjadi progresi, terjadi pertambahan lagi," ujar Dokter Spesialis Mata di Mandaya Hospital Karawang dan RSU Hermina Karawang, dr. Andreas Surya Anugrah, SpM saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

BACA JUGA : Pakai Kacamata Pintar Ini 90 Menit, Diklaim Bisa Sembuhkan Rabun Jauh

Melansir situs NVISION Eye Centers, Sabtu (12/2/22022), studi tindak lanjut terlama pada penderita miopi, yang dimulai pada tahun 1983 hingga 2014, menemukan bahwa peserta studi yang memakai resep kacamata dengan benar mengalami perkembangan miopia yang lebih lambat.

BACA JUGA : Ciri-ciri Mata Minus, Plus, dan Silinder yang Perlu Diketahui

Studi ini juga menunjukkan, miopi yang tidak terkoreksi tidak meningkatkan hasil jangka panjang, dan dalam jangka pendek, ketegangan mata mereka, terutama pada anak-anak dapat membuat penglihatan semakin memburuk lebih cepat. Oleh karena itu, dr. Andreas menyarankan penderita miopi untuk menggunakan kacamata minus secara disiplin. Dengan catatan, ukuran lensa tersebut tepat dan sesuai dengan kondisi mata pasien.

"Maka yang benar adalah dipakai terus, sehingga dia diem disitu, bola mata kita udah tau di mana fokusnya, membacanya oh udah cukup gitu," tuturnya.

Penggunaan kacamata minus memang belum terbukti menyembuhkan miopi secara total, tetapi masih ada harapan terjadinya penurunan angka minus. Beberapa pasien dr. Andreas yang disiplin memakai kacamata pun telah mengalami hal ini, meskipun perubahannya tidak terlalu besar.

"Kita harapkan adanya penurunan, walau mungkin tidak besar. Kalau kacamata membuat minus hilang itu memang belum saya temukan, tapi penurunan masih mungkin terjadi, setidaknya menghambatlah, menghambat progres," ucap dr. Andreas.

Mata Minus

Di samping memakai kacamata minus secara disiplin, lakukan juga upaya-upaya lain, seperti mengonsumsi makanan bernutrisi, menjaga jarak dan mengatur durasi saat melihat layar gadget, buku atau obyek tertentu, melakukan outdoor activity, serta beristirahat dengan cukup. Dengan begitu, minus pada mata Anda pun tidak semakin bertambah.

"Kalau sudah rajin pakai kacamata tapi masih nambah, ya perlu dievaluasi hal lainnya masalah kebiasaannya udah diubah belum, jadi dibarengi perubahan faktor lainya coba dilakukan maksimal, nanti evaluasi lagi," ujar dr. Andreas.

Selain itu, dr. Andreas juga menyarankan untuk melakukan kontrol secara rutin kepada Dokter Spesialis Mata. Setidaknya, periksakan kondisi mata Anda setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali untuk melihat perkembangan secara berkala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini