Share

Benarkah Radiasi Sinar Biru Gadget Sebabkan Kanker hingga Katarak?

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 13 Februari 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 13 481 2546390 benarkah-radiasi-sinar-biru-gadget-sebabkan-kanker-hingga-katarak-CxrFqBrCUZ.jpg Radiasi sinar biru gadget tidak sebabkan kanker (Foto: Timesofindia)

BANYAK yang menyebut radiasi blue light atau sinar biru dari perangkat gadget bisa merusak kesehatan mata. Bahkan disebutkan juga bisa menembus lebih dalam ke lapisan kulit dibandingkan sinar UV matahari.

Alhasil, munculah berbagai produk kacamata dengan perlindungan lensa khusus untuk melawan bahaya sinar biru seperti kacamata anti radiasi, blue ray, dan lainnya. Terlebih masa pandemi Covid-19 ini membuat semua orang terus menatap layar gadget. Mereka pun berlomba-lomba membeli kacamata tersebut agar tak mengalami gangguan mata, seperti miopi, katrakan, dan lainnya.

Main Hp

Tetapi faktanya, sinar biru dari perangkat elektronik sama sekali tidak menyebabkan kerusakan mata. Ini karena sinar biru tersebut merupakan sinar buatan pabrik, berbeda dengan sinar biru dari matahari. Demikian penjelasan Dokter Spesialis Mata di Mandaya Hospital Karawang dan RSU Hermina Karawang, dr. Andreas Surya Anugrah, SpM 

Dikatakan juga, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan atas manfaat kacamata anti blue light untuk melindungi mata dari sinar biru perangkat elektronik. Pasalnya, kacamata tersebut akan efektif jika digunakan untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari.

"Mengenai blue light, jadi dari screen laptop, komputer, hp, atau tv juga itu semuanya blue light manufactured. Jadi, blue light hasil buatan pabrik. Bluelight ini tidak menyebabkan kerusakan langsung pada mata, tidak menyebabkan kanker, tidak menyebabkan katarak, tidak menyebabkan kerusakan pusat penglihatan, tidak menyebabkan apa-apa," kata dr. Andreas Surya Anugrah, SpM. saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

BACA JUGA : 3 Tips Cegah Gangguan Mata Akibat Gadget

BACA JUGA : 3 Tips Cegah Gangguan Mata Akibat Gadget

dr. Andreas mengatakan, sinar biru dari perangkat elektronik hanya membuat produksi hormon perangsang tidur atau melatonin menjadi berkurang. Alhasil rasa mengantuk pun juga berkurang dan seseorang akan mengalami kesulitan untuk tidur.

"Bluelight dari screen ini hanya menyebabkan seseorang menjadi alert, jadi hormon ngantuknya ditekan namanya melatonin. Nah karena sekarang ini bahkan mau tidur aja hp dipegang terus, akhirnya seseorang itu jadi tertekan hormon tidurnya, jadi susah tidur. jadi ini membuat seseorang terjaga," ujar dr. Andreas.

Dijelaskan, hormon melatonin ini akan keluar dari tubuh saat sore menjelang malam hari dan akan bertambah banyak seiring berjalannya waktu. Inilah yang membuat seseorang mengalami kantuk, hingga puncaknya pukul 9-10 malam, mereka tertidur.

Nah, ketika seseorang kesulitan untuk tidur, maka jam waktu istirahat pun menjadi berkurang. Akibatnya, muncullah berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, lantaran tak memiliki waktu tidur yang berkualitas. Oleh karenanya, dr. Andreas menyarankan untuk tidak melihat layar gadget sekitar 1-2 jam sebelum tidur, agar tidak mengalami kesulitan tidur.

"Jadi memang disarankan satu jam atau dua jam sebelum jam tidur misalnya jam 11 saya mau tidur, jam 9 atau 10 udah nggak lihat-lihat hp lagi supaya bisa tidur, supaya tidur berkualitas, sehingga besok paginya bisa segar," ucap dr. Andres.

Main Hp

dr. Andres kembali menegaskan bahwa sinar biru dari perangkat elektronik tidak menyebabkan kerusakan mata secara langsung, melainkan menyebabkan gangguan siklus tidur dan juga kondisi kelelahan mata. Sementara salah satu penyebab terjadinya gangguan mata seperti miopi atau rabun jauh adalah aktivitas melihat gadget dengan jarak dekat selama berjam-jam, bukan sinar biru dari gadget.

"Perlu diketahui bahwa melihat dekat dalam waktu yang lama itu sangat melelahkan mata. Jadi, impact-nya hanya itu. Bisa kita rangkum menyebabkan sirkadian atau siklus tidur, istirahat tidak bagus, paginya tidak segar, dan menyebabkan mata lelah. Itu aja, tidak ada hal lain, nggak perlu didramatisir ya sampai mengerikan," terang dr. Andreas.

Berbeda dengan sinar biru yang berasal dari sinar matahari, sinar itu memang memiliki panjang gelombang yang sudah terbukti berbahaya bagi mata ataupun kulit. Sinar inilah yang bisa menyebabkan degenerasi makula dan gangguan mata lainnya hingga risiko kebutaan. Dan untuk mengantisipasinya, seseorang bisa menggunakan kacamata anti ultraviolet saat beraktivitas di luar ruangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini