Share

Rambut Mendadak Rontok Usai Keramas? Dokter Ungkap Penyebab Utamanya

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 13 Februari 2022 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 13 611 2546455 rambut-mendadak-rontok-usai-keramas-dokter-ungkap-penyebab-utamanya-laaLhewF7t.jpg Ilustrasi rambut rontok. (Foto: Pixabay)

DOKTER spesialis kulit dan kelamin Cynthia Natalia Wibowo Sp.KK mengatakan rambut rontok bisa dipicu berbagai hal. Di antaranya kebiasaan keramas terlalu sering hingga terinfeksi covid-19.

Dokter anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) ini menyampaikan, keramas terlalu sering, misalnya tiga kali dalam sehari, dapat menimbulkan kekeringan pada kepala karena minyak alami pada rambut menjadi berkurang.

Baca juga: 5 Rahasia Menko Luhut Tetap Bugar dan Energik di Usia 74 

"Pemilihan sampo juga penting, untuk sehari-hari pakai mild sampo, penting juga untuk memakai kondisioner," kata dr Cynthia dalam webinar, Jumat 11 Februari 2022.

Proses pengeringan rambut juga berpengaruh dalam kerontokan. Rambut yang dikeringkan dengan hair dryer atau sering dicatok lebih rentan kering dan rapuh, sehingga lebih mudah rontok.

Rambut rontok juga dapat dipengaruhi oleh penyintas penyakit infeksi termasuk covid-19 dan demam berdarah. Dokter Cynthia menjelaskan, rambut rontok wajah terjadi setelah seseorang terinfeksi.

"Istilahnya telogen affluvium," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Waspada! Kemenkes Prediksi Lonjakan Omicron Terjadi Awal Maret 2022 

Tapi kejadiannya tidak serta-merta, rambut rontok bisa saja baru disadari ketika beberapa pekan setelah pasien mengalami demam. Stres pada tubuh, misalnya perubahan hormon setelah melahirkan, juga dapat merangsang telogen affluvium sehingga rambut menjadi rontok.

Kerontokan juga bisa disebabkan oleh penyakit autoimun, kondisi yang disebut Alopecia areata. Ciri-cirinya adalah pitak di berbagai tempat. Kondisi ini kerap menimpa anak-anak. Sebanyak 80 persen penderitanya akan sembuh sendiri meski tak diketahui pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Ia menjelaskan, pertumbuhan rambut terdiri dari tiga fase, yakni fase pertumbuhan yang disebut anagen, fase katagen yang merupakan transisi dan fase telogen di mana rambut rontok.

Biasanya ada 100.000 helai rambut di kepala dan kerontokan 100 lembar per hari masih dianggap normal. Seseorang bisa mencoba "pull test" dengan cara memegang sejumput rambut dengan dua jari, lalu menariknya. Bila ada beberapa helai rambut rontok meski tarikannya tidak kencang, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Benarkah Mata Minus Makin Parah karena Sering Lepas Kacamata? 

Baca juga: MasterChef Indonesia: Ini yang Bikin Devy dan Machel Auto-Lolos ke Babak Berikutnya 

Untuk mencegah rambut rontok, dia berpesan agar merawat rambut dengan memakai sampo dan kondisioner demi menjaga kesehatan batang rambut. Disarankan untuk memakai produk terpisah, bukan produk 2-in-1.

Ketika keramas, sampo tak hanya dipakai untuk membersihkan rambut, tetapi juga kulit kepala. Sementara kondisioner hanya dipakai di rambut, bukan kulit kepala.

Konsumsilah makanan yang mengandung nutrisi untuk meningkatkan keratin dalam tubuh, zinc dan juga vitamin D. Sayuran hijau seperti bayam dapat menjadi pilihan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini