Share

Simak! Ini Cara Aman Konsumsi Vitamin D3 1000 IU Setiap Hari

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 13 Februari 2022 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 13 612 2546462 simak-ini-cara-aman-konsumsi-vitamin-d3-1000-iu-setiap-hari-YNCZjfbmen.jpg Ilustrasi cara aman konsumsi vitamin D3 1000 IU setiap hari. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang kini mengonsumsi vitamin D3 1000 IU. Tapi supaya tepat konsumsi, disarankan memeriksa tekanan darah terlebih dulu. Demikian diungkapkan Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia Profesor Dr dr Iris Rengganis Sp.PD-KAI FINASIM.

"Mengonsumsi vitamin D3 dosis 1000 IU bisa dilakukan, tapi kalau mau tepat memang harus cek darah. Kalau memang rendah, kita bisa menganjurkan sampai 5000 IU sehari-harinya, apalagi kalau ada penyakit," ungkap dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta ini dalam keterangan resminya.

Baca juga: Studi: Vitamin D Terbukti Kurangi Keparahan Gejala Pasien COVID-19 

Ia menerangkan, vitamin D termasuk vitamin yang sangat dibutuhkan oleh hampir seluruh organ tubuh manusia yang memiliki reseptor. Vitamin ini bersifat meregulasi sistem imun serta meningkatkan aktivitas sel imun dalam melawan virus dan bakteri.

"Dalam masa pandemi covid-19 memang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-terkait vitamin D," papar Prof Iris, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Waspada! Kemenkes Prediksi Lonjakan Omicron Terjadi Awal Maret 2022 

Dirinya menyarankan konsumsi vitamin D3 pada pagi hari bersama makanan karena larut dalam lemak. Vitamin D3 sudah masuk Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 4 yang disusun oleh lima organisasi profesi kedokteran dan dirilis pada Januari 2022.

Pedoman yang menjadi rujukan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani covid-19 ini menjelaskan vitamin D3 1000 IU - 5000 IU digunakan sebagai terapi pasien dengan seluruh tingkat gejala. Pemberian vitamin D3 dilakukan selama 14 hari.

Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE, vitamin D berperan penting dalam mencegah gejala berat pasien covid-19. Studi ini melibatkan 1.176 pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit pada April 2020 sampai Februari 2021.

Baca juga: 5 Rahasia Menko Luhut Tetap Bugar dan Energik di Usia 74 

Baca juga: Benarkah Mata Minus Makin Parah karena Sering Lepas Kacamata? 

Penelitian tersebut juga mengungkap tingkat mortalitas pasien covid-19 dengan defisiensi vitamin D berkisar di angka 25,6 persen. Sedangkan tingkat mortalitas pada pasien covid-19 dengan kadar vitamin D yang mencukupi jauh lebih rendah yaitu 2,3 persen.

Untuk menjamin ketersediaan vitamin D, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memperbarui aturan. Sebelumnya di Indonesia hanya boleh diproduksi vitamin D dengan dosis 400 IU, tapi untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan maka dosis di atas 1000 IU sudah bisa diproduksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini