Share

Kiat Perlambat Risiko Demensia Jelang Usia Lansia

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 14 Februari 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 481 2546774 kiat-perlambat-risiko-demensia-jelang-usia-lansia-9XP8QxRz5U.jpg Gejala demensia bisa terjadi sejak usia lebih muda (Foto: Timesofindia)

DEMENSIA selama ini identik sebagai penyakit orang-orang lanjut usia, yakni orang-orang yang sudah memasuki usia 60 tahun. Padahal, gejala gangguan fungsi kognitif berat ini, mulai banyak dialami oleh orang-orang yang secara umur belum masuk kategori lansia.

Demensia sendiri diketahui terbagi dua, ada demensia genetik yang menyebabkan timbulnya penyakit Alzheimer dan demensia vascular yang timbul karena mengidap penyakit kronik, contohnya stroke, tekanan darah tinggi, hingga level kolesterol tinggi.

Demensia

Seperti disampaikan dokter ahli geriatri Prof Dr. dr. Siti Setiati Sp.PD K-Ger, resiko demensia saat memasuki usia lansia bisa diperlambat sedini mungkin, sejak usia produktif.

“Contohnya buat demensia vascular, nah yang harus dicegah itu timbulnya penyakit kronik ini. Jangan sampai stroke, gula darah tinggi, dan sebagainya ini yang bisa kita kerjakan dari usia kepala tiga atau empat,” kata Prof. Siti dalam gelaran webinar ICMI, “Perempuan: Sehat dan Cantik Hingga Usia Senja”, baru-baru ini. 

BACA JUGA : Jangan Sepelekan Lupa Berulang, Mungkin Itu Demensia Alzheimer!

Profesor Siti merekomendasikan sejak dini, rutin melakukan latihan asah otak. Namun sering salah kaprah, latihan mengasah otak bukan mengulang hal-hal yang lama. Tapi harus belajar sesuatu hal baru, yang sebelumnya tidak diketahui.

“Terus asah otak dengan belajar hal baru, contoh buat yang Muslim bisa belajar hapalan ayat-ayat baru suci Al-Qur’an, bisa juga belajar bahasa asing baru. Intinya bukan mengulang sesuatu yang lama, tapi melatih otak belajar hal yang baru, nah ini bisa bantu memperlambat kepikunan,” jelasnya.

BACA JUGA : Cegah Demensia, Ini Berbagai Makanan yang Bagus untuk Otak

Ia menegaskan, sebelum rutin latihan asah otak, faktor utama ialah memperbaiki gaya hidup dengan dua kunci penting yakni membatasi makanan dan rutin olahraga yang berefek baik bagi sistem pertahanan dan proses penuaan.

“Gaya hidup sehat harus diperjuangkan sedini mungkin. Pertama, makan jangan berlebihan karena we are what we eat. Olahraga 5 kali seminggu, kalau usia 30-40 tahun malah bisa setiap hari, 30 menit sampai satu jam. Atur mindset dan bergaul dengan orang-orang baik,” tutup Prof. Siti

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini