Share

Kenapa Valentine Identik dengan Cokelat? Ini Sejarahnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 14 Februari 2022 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 612 2546860 kenapa-valentine-identik-dengan-cokelat-ini-sejarahnya-ka3cAAUVpu.jpg Ilustrasi Cokelat. (Foto: Shutterstock)

PADA tanggal 14 Februari seluruh dunia memang merayakannya sebagai hari valentine atau hari kasih sayang. Biasanya, orang-orang memberikan bunga, coklat, ucapan, jalan-jalan, dan kegitannya lainnya bersama orang-orang tersayang.

Anda bahkan tidak akan asing lagi jika datang ke minimarket lalu menemukan corner cokelat berhias lambang hati dan bunga-bunga. Harga cokelat di Hari Valentine pun biasanya akan spesial, entah karena apa.

Tapi, jika Anda bertanya apa kaitannya Hari Valentine dengan cokelat, maka ini jawabannya. Dijelaskan dalam laman Royal Examiner, kehadiran cokelat di hari kasih sayang sudah ada sejak zaman suku Maya.

Cokelat dan cinta seperti dua hal yang tak terpisahkan dan ini bermula dari kebiasaan suku Maya menyeduh biji kakao (cokelat) di sekitar 500 tahun sebelum masehi.

Cokelat

"Cokelat kemudian dianggap sebagai persembahan para dewa dan kemudian selalu hadir di upacara pernikahan," terang laman tersebut, dikutip MNC Portal, Senin (14/2/2022).

Berjalannya waktu, bangsa Eropa kemudian terpapar paham suku Maya ini setelah 2.000 tahun setelahnya. Cokelat selalu ada di Hari Valentine di Eropa dan ini mulai terkenal di tahun 1861 saat seorang pembuat permen bernama Richard Cadbury berpikir untuk menjual cokelat di Hari Valentine.

"Dia mengemasnya dalam kotak berbentuk hati yang dihiasi sekuntum mawar dan gambar Cupid. Itu semua dianggap sebagai simbol romansa populer di kalangan orang Victoria," papar laman itu.

Sejak saat itu, perayaan Hari Valentine dengan kekhasan cokelat, bunga mawar, dan gambar-gambar Cupid atau peri cinta bertebaran di Eropa dan meluas ke penjuru dunia, termasuk Indonesia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini