Share

Pentingnya Vaksin Covid-19 Lengkap, Hindari Gejala Berat hingga Kematian

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 481 2547573 pentingnya-vaksin-covid-19-lengkap-hindari-gejala-berat-hingga-kematian-YOLXRdwMEz.jpg Vaksinasi Covid-19 lengkap (Foto: AAMC)

VAKSINASI lengkap Covid-19 terus digalakkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam hal ini untuk melindungi masyarakat dari infeksi virus Omicron yang tengah melesat tinggi.

Pada awal 2022, pemerintah mulai melakukan kegiatan vaksinasi bagi usia 18 tahun ke atas Pemberian vaksinasi booster dilakukan setelah enam bulan dari masa vaksinasi dosis kedua.

"Supaya lebih siap, berikut beberapa hal tentang vaksinasi booster Covid-19 yang wajib banget kamu tahu!," tulis Kemenkes dalam twitnya @KemenkesRI, Selasa (15/2/2022)

 Vaksinasi Covid-19

Tujuan dari vaksin lengkap ditambah booster untuk melindungi masyarakat dari gejala berat hingga kematian. Bukan hanya itu, dosis lanjutan juga untuk mempertahankan dan memperpanjang kekebalan tubuh terutama bagi kelompok rentan.

"Kembali kami mengimbau masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok lanjut usia, untuk segera melengkapi vaksinasi karena vaksinasi telah terbukti mampu melindungi kita dari risiko gejala berat hingga kematian akibat terpapar Covid-19. Tidak ada lagi alasan kita untuk tidak mau divaksinasi melihat data-data yang ada,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dalam laman resmi Kemenkes, Selasa (15/2/2022)

Sementara berdasarkan hasil penelitian Kemenkes bersama beberapa Universitas, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran. Hasilnya menunjukkan pemberian setengah dosis vaksin memiliki efektivitas yang sama dengan booster satu dosis.

"Beberapa penelitian yang dilakukan di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian vaksinasi booster homologous dan heterologous menunjukkan hasil yang baik dalam meningkatkan kadar antibodi. Penelitian yang dilakukan @KemenkesRI bersama peneliti di @unpad dan @univ_indonesia menunjukkan pemberian setengah dosis vaksin memiliki efektivitas yang relatif sama dengan vaksinasi booster satu dosis," katanya.

Di sisi lain, membuktikan bahwa angka kematian tertinggi atas kasus Covid-19, didominasi oleh mereka yang belum divaksinasi. Diketahui jumlahnya mencapai 68 persen dengan usia yang terbanyak di atas 45 tahun.

 BACA JUGA:Menko Luhut Minta Masyarakat Segera Vaksin Covid-19 Lengkap

"Dari data 1090 pasien yang meninggal hingga minggu (13/2), 68% di antaranya belum divaksinasi lengkap, 76% usianya lebih dari 45 tahun, 49% masuk golongan lanjut usia, dan 48% memiliki komorbid," lanjut dr Siti Nadia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini