Share

4 Faktor yang Bisa Buat Hasil PCR Berbeda, Apa Saja?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 612 2547454 4-faktor-yang-bisa-buat-hasil-pcr-berbeda-apa-saja-Au06f071qo.jpg Swab Test PCR. (Foto: Okezone)

BELAKANGAN ini memang tengah ramai kasus hasil swab baik antigen maupun PCR (Polymerase Chain Reaction) yang berbeda setelah menjalani tes di beberapa tempat. Lantas kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Menkes Budi sendiri menjawab tidak ada tes swab PCR yang 100 persen pasti sempurna. Inilah kenapa, di lapangan faktanya bisa terjadi selisih perbedaan. Menurutnya, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, lantaran tes PCR di mana pun di dunia ini 100 persen tepat.

Menanggapi hal ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengatakan ada setidaknya empat faktor yang menyebabkan seseorang mendapati hasil tes Covid-19 yang berbeda-beda dalam sehari.

Keempat faktor yang menyebabkan hasil tes Covid-19 baik tes antigen maupun PCR bisa berbeda dalam sehari, antara lain terkait jumlah virus yang ada pada pasien dan proses pengambilan sampelnya.

"Jumlah virus yang ada pada pasien. Proses pengambilan sampel, apakah memang tepat sesuai tempat yang ada jumlah virus yang memadai," kata Prof. Tjandra kepada Antara.

Faktor lainnya, sambung dokter yang pernah menjabat sebagai Dirjen Pengendalian Penyakit & Kepala Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan itu, adalah transportasi sampel dari tempat pengambilan ke tempat pemeriksaan, dan terakhir terkait proses pemeriksaan di laboratorium.

"Baik aspek teknik laboratorik maupun juga proses administrasi pencatatan dan pelaporan hasil," tutur Prof. Tjandra mendetilkan.

Terkait hasil tes Covid-19, mengutip laman Prevention, ada empat kemungkinan hasil termasuk pada tes PCR yakni benar positif, benar negatif, positif palsu, dan negatif palsu. Benar dan salah mengacu pada keakuratan tes, sementara positif dan negatif mengacu pada hasil yang Anda terima.

Professor di Department of Laboratory Medicine and Pathology at the University of Washington School of Medicine, Geoffrey Baird, M.D., Ph.D. menuturkan, hasil positif palsu berarti Anda telah mendapatkan hasil positif, tetapi tidak benar-benar terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Menurut dia, tes antigen paling akurat ketika yang menjalani tes memiliki gejala, karena biasanya itu berkorelasi dengan adanya banyak virus di tubuh sehingga lebih mudah untuk dideteksi. Tes antigen Covid-19 mengharuskan Anda menyeka lubang hidung untuk mengumpulkan sampel, tetapi tujuannya bukan untuk mengambil lendir.

โ€œBanyak orang berpikir menggali sedalam mungkin. Itu sebenarnya dapat menyebabkan beberapa hasil positif palsu. Ingus, rambut, darah, dan tambahan lainnya dapat mengganggu kemampuan tes untuk mengidentifikasi antigen SARS-CoV-2," kata Baird.

Walau begitu, standar emas pengujian Covid-19 yakni dengan tes PCR atau juga dikenal sebagai pengujian molekuler, ungkap pakar kesehatan dari Johns Hopkins Center for Health Security, Gigi Gronvall, Ph.D. Namun, tes antigen bisa sama sensitifnya dengan tes PCR ketika Anda mengalami gejala.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, meskipun spesifisitas tinggi dari tes antigen, hasil positif palsu bisa saja terjadi. "Secara umum, untuk semua tes diagnostik, semakin rendah prevalensi infeksi di masyarakat, semakin tinggi proporsi hasil tes positif palsu,โ€ ungkap CDC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini