Share

Menteri Bintang Ingatkan Bahaya Kekerasan Berbasis Gender Online

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 22 Februari 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 22 612 2551086 menteri-bintang-ingatkan-bahaya-kekerasan-berbasis-gender-online-qocNlWe84N.jpeg Bahaya kekerasan berbasis gender online (Foto Ilustrasi: Timesofindia)

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, di saat ini perkembangan teknologi semakin canggih. Serta masifnya penggunaan media sosial (medsos), dapat menghadirkan bentuk baru kekerasan berbasis gender, salah satunya adalah kekerasan berbasis gender online (KBGO).

Bintang mengungkapkan, bahwasannya semua orang bisa menjadi korban KBGO, termasuk perempuan, anak-anak hingga kaum rentan lainnya. Biasanya, modus dan tipe KBGO bermacam-macam, mulai dari cyber grooming, pelecehan online, peretasan, konten ilegal, pelanggaran privasi, ancaman distribusi foto atau video pribadi, pencemaran nama baik, dan lain sebagainya.

Cyber Bullying

“Tidak hanya menangani kasusnya saja, kita juga harus mampu melakukan intervensi untuk mengubah cara pandang pelaku terkait relasi gender dan seksual dengan korban,” katanya dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut Bintang menegaskan, sama seperti kasus kekerasan di luar ranah daring, KBGO juga menimbulkan berbagai dampak negatif. Misalnya yang umum terjadi, yaitu korban ataupun penyintas akan mengalami dampak yang berbeda satu dengan lainnya.

“Seperti kerugian psikologis, keterasingan sosial, kerugian ekonomi, hingga keterbatasan dalam berpartisipasi dalam ruang online maupun offline,” tuturnya.

BACA JUGA : Rachel Vennya Curhat, Kerap Dibully Warganet di Forum Online

Berdasarkan data dalam laporan tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan, selama tahun 2020 terdapat 940 laporan kasus KBGO. Angka ini meningkat daripada tahun sebelumnya, yaitu 241 kasus.

BACA JUGA : Aurel Dilecehkan Lewat Medsos, Ashanty Syok Pelaku Masih SD

Menteri Bintang bilang, Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS), terdapat salah satu pasal yang mengatur hukuman pemberatan apabila kekerasan seksual dilakukan di ranah daring. Maka hal tersebut menjadi wujud kehadiran negara dalam melindungi perempuan, anak-anak hingga kelompok rentan lainnya, bahwa KBGO perlu diawasi dengan baik dan teliti.

Ia menekankan, pentingnya perlindungan privasi online untuk mencegah terjadinya KBGO. Kemudian apabila seseorang sudah menjadi korban KBGO, dapat segera dokumentasikan hal yang terjadi secara detail, dan sesuai dengan kronologis untuk membantu proses pelaporan.

Selain itu, segeralah mencari bantuan. Masyarakat dapat menghubungi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) KemenPPPA melalui Call Center 129 atau Whatsapp 08111-129-129,” tutup Menteri PPPA.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini