Share

Infeksi Covid-19 pada Lansia Dapat Menyebabkan Sakit Parah

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 23 Februari 2022 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 481 2551965 infeksi-covid-19-pada-lansia-dapat-menyebabkan-sakit-parah-7EOzTIwXKg.jpg Infeksi Covid-19 pada lansia (Foto: Freepik)

ORANG dengan kategori lanjut usia ( di atas 59 tahun) merupakan salah satu kategori kelompok orang paling rentan terhadap infeksi Covid-19.

Infeksi Covid-19 pada kelompok orang lansia dapat menyebabkan kesakitan parah, dan bahkan akibat yang paling fatal, kematian.

 lansia

Mendeteksi dini gejala Covid-19 yang saat ini sudah didominasi oleh penyebaran varian Omicron jadi sangat penting, terutama pada kelompok rentan seperti lansia. Supaya bisa lebih cepat ditangani dan mendapat perawatan, sehingga peluang kesembuhan pun bisa lebih besar.

Secara gejala, dokter mendapati pada banyak kasus positif akibat Omicron, gejala yang dialami pasien memang seperti ketika sakit infeksi saluran pernapasan atas biasa.

“Ini kebanyakan hidung meler, sakit tenggorokan dan hidung tersumbat. Batuk lebih ringan daripada varian sebelumnya, demam juga sedikit lebih jarang," kata Dr. John Vanchiere, Direktur Asosiasi dari Emerging Viral Threats LSU Health Shreveport.

Namun patut diperhatikan, pada kelompok orang yang sudah berusia lanjut, dokter melihat ada sedikit perbedaan gejala.

“Sedikit pasien, termasuk pasien lansia mengalami gejala yang berhubungan dengan masalah pernapasan bagian bawah, seperti sesak napas,” tambah Dr. John Vanchiere, dikutip dari NPR, Rabu (23/2/2022).

Secara umum orang yang terinfeksi Omicron mengalami gejala Covid-19 yang mirip dengan varian sebelumnya. Kehadiran dan keparahan gejala memang bisa dipengaruhi oleh status vaksinasi Covid-19, kondisi kesehatan lain, usia, dan riwayat infeksi sebelumnya.

Seperti contohnya pada kasus super spreader di Inggris pada 5 Desember lalu, 16 orang lansia dari 18 orang tamu pesta ulang tahun yang kebanyakan berusia 60 sampai 70-an, didapati hanya menderita beberapa gejala ringan.

Tapi dengan cataran, para lansia ini semuanya sudah divaksinasi dosis lengkap dan bahkan 10 di antaranya sudah mendapatkan vaksin booster.

“Apa yang kami lihat sejauh ini adalah gejalanya sangat, sangat ringan. Sebagian besar dari mereka mengalami gejala pilek, sakit tenggorokan dan kelelahan, ini adalah hal biasa. Hanya dua yang memiliki gejala klasik Covid-19, demam dan dan kehilangan indra penciuman atau perasa,” ujar Prof. Tim Spector, profesor epidemiologi genetik.

Sebagai tindakan pencegahan terinfeksi Omicron, termasuk untuk para lansia, Professor Spector mengimbau orang-orang untuk tetap tinggal di rumah, membatasi mobilitas, dan menghindari acara kerumunan orang seperti pesta.

“Hindari acara pertemuan besar dan pisahkan grup Anda menjadi yang lebih kecil di mana kita dapat mengontrol lingkungan dan pastikan semua orang di situ dites Covid-19 dulu,” tambah Prof. Tim ketika diwawancara The Guardian, seperti dikutip dari Daily Mail.

Jika mendesak harus menghadiri suatu acara, Prof Tim menyebutkan kita harus memastikan tidak ada tamu yang hadir datang dengan gejala seperti pilek.

 BACA JUGA:Sudah Vaksin dan Penyintas Covid-19 Masih Terpapar Omicron?

“Pastikan orang yang datang tidak sakit atau tidak memiliki gejala seperti pilek selama tiga atau empat hari terakhir. Menuju ke lokasi, pastikan Anda mengenakan masker berkualitas tinggi, terlebih jika bepergian dengan angkutan umum yang padat,” pungkasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini