Share

Kenali 7 Sampah Plastik yang Bisa Didaur Ulang

Tim Okezone, Okezone · Rabu 23 Februari 2022 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 612 2551493 kenali-7-sampah-plastik-yang-bisa-didaur-ulang-VA9dYxf8In.jpg Botol PET. (Foto: Freepik)

SAMPAH plastik masih menjadi kendala terbesar dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Padahal ada banyak jenis sampah plastik yang bisa didaur ulang, sehingga bisa menguntungkan lingkungan.

Menurut data Kementerian LHK, Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah pada 2020 yang berarti satu penduduk menghasilkan sekitar 0.68 kilogram sampah per harinya. Penyumbang sampah terbesar berasal dari rumah tangga yakni sebanyak 37,3%. Sampah dari pasar tradisional 16,4%, sebanyak 15,9% berasal dari kawasan dan 14,6% berasal dari sumber lainnya.

Direktur Sustainable Waste Indonesia (SWI) Dini Trisyanti mengatakan, setidaknya ada 7 jenis sampah plasti yang bisa didaur ulang. Seperti PET (botol air mineral), HDPR (botol shampoo, kresek atau trash bag), PVC (pipa), HDPE (pembungkus makanan), PP (air mineral gelas), PS (styrofoam) dan sampah kemasan sachet, pouch dan lainnya.

"Dari beberapa plastik yang keras dan nilainya lumayan tinggi yaitu PET air minum kemasan botol, PP air minum kemasan gelas, kemudian botol shampoo, kresek atau pembungkus makanan plastik," ujarnya saat webinar Media briefing Chandra Asri bertema “Waste Management in Indonesia” HPSN 2022.

Pet

Namun meski bisa didaur ulang sebenarnya kualitasnya belum tentu baik. Misalnya jika sampah-sampah tersebut tak dipilah atau tercampur kotoran, maka nilai jualnya bisa rendah.

Karena dalam mendaur ulang, tak hanya dilihat dari jenisnya saja tapi juga kualitasnya. Jika sampah plastik tersebut kotor, menurut Dini, nilai jualnya akan rendah bahkan tak layak.

"Kalau ada isinya gak layak, makanya kalau pakai sendiri, dari rumah mending dipilah untuk mempermudah pemulung dan bisa didaur ulang. Karena proses daur ulang ini juga lama dan butuh teknologi," tambah dia.

Akademisi dari Universitas Indonesia, Dr.Eng Astryd Viandila Dahlan mencontohkan seperti hanya kebiasaan memilah sampah di Jepang. Meskipun konsumsi atau penggunaan sampah plastik sangat tinggi, namun masyarakat Jepang sudah memilah sampah dengan tepat.

Misalnya saat memakai botol plastik, sebelum dibuang labelnya dilepas lebih dulu lalu dikelola di tong sampah berbeda. Setelah itu, mereka mengumpulkan ke tempat daur ulang sendiri.

"Sampah mereka (orang Jepang) identik botol plastik, lalu di sana habit sampah, pemilahan sampah di rumah sudah baik dan walaupun menghasilkan plastik tinggi itu dipilah dengan baik, begitu juga pengelolaannya," ujarnya.

Untuk diketahui, saat memulai proses daur ulang sampah, ada berbagai proses tahapan. Dimulai dari pengumpulan, pembersihan, pemilahan, penimbangan dari pemulung ke tempat daur ulang. Kemudian tahap pencucian, pemilahan ulang, penggilingan hingga konversi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini