Share

Kemenkes Ungkap Komorbid Terbanyak yang Sebabkan Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 26 Februari 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 481 2553378 kemenkes-ungkap-komorbid-terbanyak-yang-sebabkan-pasien-covid-19-meninggal-dunia-NL5YEMevUB.jpg Ilustrasi pasien covid-19. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melakukan segala upaya untuk mencegah dan mengatasi covid-19. Dalam hal ini mengimbau masyarakat segera melakukan vaksinasi untuk menekan risiko kematian akibat infeksi covid-19.

Diketahui hingga 24 Februari 2022 pukul 18.00 WIB, vaksinasi dosis 1 sudah diberikan ke 190.451.216 (91,45 persen) penduduk dan vaksinasi dosis 2 sudah diberikan ke 143.032.523 (68,68 persen) penduduk.

Baca juga: Sudah Isoman 14 Hari Hasil PCR Positif, Masih Bisa Tularkan Covid-19? 

"Upaya-upaya penanganan dan pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah untuk menekan risiko kematian bagi penduduk akibat infeksi covid-19," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi MEpid, dikutip dari situs resmi Kemenkes, Sabtu (26/2/2022).

Lebih lanjut dikatakan, capaian vaksinasi dosis 3 atau booster sudah diberikan ke 9.460.949 (4,54 persen) penduduk. Data terbaru dari Kemenkes menunjukkan vaksinasi dosis lengkap mengurangi risiko kematian hingga 67 persen, lalu mengurangi risiko kematian hingga 91 persen.

Baca juga: Pertama sejak Pandemi, Indonesia Catat Rekor Kesembuhan Tertinggi Pasien Covid-19 

Sementara untuk angka kematian, data 19 Februari 2022, dari 2.484 pasien yang meninggal akibat covid-19 akibat 73 persen belum divaksinasi lengkap. Sebanyak 53 persen di antara pasien meninggal tersebut adalah lansia dan 46 persen memiliki komorbid.

"Dari data yang sudah dikaji hingga 19 Februari, risiko kematian tertinggi masih terjadi pada pasien yang belum menerima vaksinasi lengkap, lansia, dan yang memiliki komorbid," jelasnya.

Kemudian dr Siti Nadia juga menegaskan jumlah pasien meninggal karena komorbid didominasi mengidap obesitas melitus. Dengan ini, dia mengatakan agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan selama pandemi covid-19, meski sudah divaksinasi lengkap maupun mendapat booster.

"Komorbid terbanyak yang ditemukan di pasien meninggal adalah diabetes melitus dan bahkan 21 persen pasien memiliki komorbid lebih dari satu," tukas dr Siti Nadia.

Baca juga: Omicron Berbahaya bagi Bayi dan Anak, Bisa Picu Long Covid-19 yang Ancam Nyawa! 

Baca juga: Mau Suntik Booster Vitamin C saat Isoman, Berbahayakah? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini