Share

Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Epidemiolog Bagikan 3 Strategi Jitu Mengatasinya

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 26 Februari 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 481 2553381 vaksinasi-lansia-masih-rendah-epidemiolog-bagikan-3-strategi-jitu-mengatasinya-ecKA7AJ8LN.png Epidemiolog dari FKM UI Profesor Pandu Riono bagikan strategi jitu vaksinasi lansia. (Foto: Kemenkes)

CAKUPAN program vaksinasi covid-19 untuk masyarakat lanjut usia masih tergolong rendah. Ini harus segera diatasi karena lansia termasuk kelompok rentan yang mudah terpapar wabah penyakit.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per Kamis 24 Februari 2022, untuk vaksinasi dosis pertama pada lansia baru menyentuh angka 74,84 persen atau 16.129.874. Vaksinasi dosis kedua di angka 53,24 persen atau baru 11.474.894.

Baca juga: Sudah Isoman 14 Hari Hasil PCR Positif, Masih Bisa Tularkan Covid-19? 

Melihat lambannya cakupan vaksinasi covid-19 bagi lansia di Indonesia, ahli epidemiologi dari FKM UI Profesor Pandu Riono menyebut pemerintah bisa menggunakan dua pendekatan sebagai strategi memperluas vaksinasi lansia yang pas dengan karakteristik masyarakat Indonesia.

Profesor Pandu menyarankan strategi pertama yakni dengan melakukan pendekatan keluarga. "Lansia kalau di Indonesia itu masih bagian dari keluarga. Kalau lansia di luar negeri kan sudah tinggal di rumah jompo. Jadi, pendekatan strateginya adalah keluarga-keluarga di Indonesia divaksinasi, mulai anak-anak, dewasa, lansia," tuturnya saat workshop Kemenkes bertajuk 'Varian Omicron dan Strategi Penanganan Pandemi Covid-19', Jumat 25 Februari 2022.

Baca juga: Pertama sejak Pandemi, Indonesia Catat Rekor Kesembuhan Tertinggi Pasien Covid-19 

Strategi kedua, lanjut Prof Pandu, dengan pendekatan ke komunitas. Hal ini karena di Indonesia masih banyak masyarakat lansia yang aktif tergabung dalam organisasi.

"Ada pula lansia-lansia yang aktif bergabung dalam organisasi. Contohnya organisasi pensiunan, rambut putih, atau macam-macamlah. Jadi sebenarnya, banyak cara yang belum kita optimalkan untuk gimana menjangkau lansia ini," tambahnya.

Strategi ketiga, Prof Pandu mengingatkan pemerintah memerhatikan para lansia yang sebetulnya ingin divaksin tapi sulit mendapatkan akses vaksinasi ke fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi.

"Harus ada program yang menjangkau lansia yang enggak bisa datang ke faskes. Caranya bisa didatangi langsung atau memetakan per RT/RW di wilayahnya. Sebenarnya mungkin banyak yang mau divaksin, tapi terkendala akses dan kurang edukasi," tutupnya.

Baca juga: Omicron Berbahaya bagi Bayi dan Anak, Bisa Picu Long Covid-19 yang Ancam Nyawa! 

Baca juga: Mau Suntik Booster Vitamin C saat Isoman, Berbahayakah? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini