Share

Benarkah Jatuh Cinta Picu Jerawat Muncul?

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 27 Februari 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 611 2553322 benarkah-jatuh-cinta-picu-jerawat-muncul-PspsTaOnJS.jpg Jatuh cinta bisa picu jerawat mitos (Foto: Shutterstock)

SAAT sedang jatuh cinta atau kangen, kenapa muncul jerawat? Tapi, apakah jatuh cinta benar-benar bisa memicu jerawat muncul?

Perlu diketahui, jerawat bisa muncul seperti wajah, leher, badan atau siku, dan area tubuh lainnya. Jerawat umumnya karena penumpukan atau adanya minta berlebih yang dihasilkan oleh tubuh, tidak dapat keluar atau tersumbat menyebabkan jerawat.

Karenanya, istilah 'jerawat cinta/kangen' adalah mitos, dipahami oleh masyarakat awam. Adrenalin yang meningkat karena jatuh cinta atau rasa kangen memicu meningkatnya hormon testosteron dalam tubuh.

Jerawat

"Sebenarnya itu istilah, medisnya adalah saat kita jatuh cinta atau kangen, tentu adrenalin bergejolak sehingga berjerawat, tanpa sadar tubuh meningkatkan hormon testosterone," jelas dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Klinik Pramudia dalam Media Briefing 'Apakah tepat bila jerawat hanya ditangani dengan perawatan skincare kosmetik?, baru-baru ini.

BACA JUGA : Apakah Jerawat Penyakit Keturunan? Ini Penjelasan Dokter

Lebih lanjut, dr Anthony mengatakan, jerawat yang timbul saat seseorang jatuh cinta atau gundah dilanda rasa kangen, maka pengobatannya tetap sama. Dengan melakukan skin treatment atau pengobatan secara medis, sehingga tidak ada perbedaan penanganan jerawat saat tidak jatuh cinta dengan jatuh cinta. "Dalam kaidahnya penanganan medis sama, cuma gradasi dosisnya berbeda," tuturnya.

BACA JUGA : Jerawat Membandel? Ini 5 Cara Mudah Agar Tidak Tumbuh Lagi

Dalam penanganan awalnya, untuk menangani jerawat hal-hal ini perlu dipahami, antara lain;

1. Pahami jerawat/bukan

2. Jangan langsung ke dokter, coba gunakan obat yang biasa dijual secara umum

3. Bila dalam waktu beberapa hari, merasakan tidak ada perubahan/keadaan memburuk segera ke dokter.

Dokter Anthony mengingatkan, kebersihan menjadi sesuatu yang wajib dalam menangani jerawat. Selain itu, tidak melakukan pemencetan atau melukai jerawat, sebab dapat memperburuk kondisinya. 

"langkah awal sadar itu jerawat, kita tidak usah ke dokter dahulu. Coba pakai obat bebas (salep,dll) bila ada, dilihat reaksinya, jerawat tidak membaik maka perlu ke dokter," imbuhnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini