Share

Balita Sering Konsumsi SKM, Dokter: Pengetahuan Orangtua tentang Gizi Harus Ditingkatkan

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 01 Maret 2022 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 481 2554566 balita-sering-konsumsi-skm-dokter-pengetahuan-orangtua-tentang-gizi-harus-ditingkatkan-5VcJcQO7oq.jpg Balita sering diberi SKM (Foto: ist)

ANAK merupakan generasi penerus yang harus kita jaga kesehatannya dan tumbuh kembangnya dengan memberikan asupan yang sesuai dengan usianya.

Oleh karena itu penting bagi masyarakat khususnya orang tua untuk mengetahui literasi gizi. Sehingga orang tua tidak salah memberikan asupan makanan yang baik dan salah dalam pola asuh.

Dokter Handrawan Nadesul mengatakan, pihaknya menyoroti persoalan gizi dan kebiasaan konsumsi susu kental manis (SKM) oleh anak. "Sejatinya masyarakat harus menyadari bahwa masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa harus sama-sama kita kawal dan jaga dengan meningkatkan pengetahuan orangtua tentang gizi," katanya dalam launching buku berjudul Masa Depan Anak Indonesia Terganggu Susu Kental Manis.

 anak sebaiknya minum susu bukan SKM

“Buku ini merupakan legitimasi betapa masyarakat tidak tahu dan tidak paham tentang gizi. Jadi tidak heran masih banyak anak dan balita mengkonsumsi susu kental manis," ujar Dokter Handrawan.

Padahal, ini yang mengakibatkan anak tidak cukup gizi, karena proteinnya rendah. Dua tahun pertama adalah usia emas, kecerdasan dan masa depan anak ditentukan oleh dua tahun pertama ini. Karena itu jangan di sia-siakan.

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat mengatakan, penulisan buku tersebut berangkat dari hasil penelitian yang dilakukan YAICI bersama para mitra di beberapa daerah di Indonesia.

Berdasarkan temuan YAICI di lapangan, Arif mengungkapkan, pemahaman masyarakat mengenai gizi di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Hal itu terlihat dari bagaimana persepsi masyarakat mengenai susu kental manis. Dari temuan di 5 Provinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku dan NTT didapati angka yang cukup tinggi yaitu sebanyak 28,96% masyarakat mengatakan bahwa SKM adalah susu pertumbuhan.

“Bahkan sebanyak 16,79% ibu memberikan kental manis untuk anak setiap hari. Padahal, fakta menyebutkan SKM tidaklah sama dengan susu dan tidak dapat mendukung tumbuh kembang kesehatan anak. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa kandungan gula SKM sangatlah tinggi yaitu 51% - 56% dengan kandungan lemak SKM berkisar 43% - 48% yang artinya produk SKM ini dapat dikategorikan sebagai bukan susu melainkan pemanis dengan perisa susu,” jelas Arif Hidayat.

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dra Chairunnisa, M.Kes mengatakan, mengapa masyarakat masih mengonsumsi kental manis, karena kental manis cepat mudah terjangkau di dapat di pelosok-pelosok dan murah.

 BACA JUGA:Pekan Sarapan Nasional: Penuhi Kebutuhan Gizi Anak, Cegah Stunting

“Hal ini ada korelasi dengan penelitian kami. Salah persepsi SKM dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Dra Chairunnisa.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini