Share

Kemenkes Jawab Isu 18 Juta Vaksin Covid-19 Diduga Segera Kedaluwarsa

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 01 Maret 2022 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 481 2554860 kemenkes-jawab-isu-18-juta-vaksin-covid-19-diduga-segera-kedaluwarsa-JpPW7fQVah.jpg Kemenkes bantah vaksin Covid-19 segera kedaluwarsa (Foto: Medicaldaily(

BEREDAR isu 18 juta vaksin Covid-19 gratis berpotensi expired atau segera kedaluwarsa pada akhir Februari 2022. Rumor vaksin Covid-19 kedaluwarsa ini segera dibantah oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi.

Ia menyebutkan, kemungkinan tidak akan sampai 18 juta vaksin yang akan segera kedaluwarsa tersebut. “Rasanya enggak akan sampai 18 juta, karena sudah banyak vaksinasi yang kita lakukan dalam upaya percepatan dan juga sudah banyak daerah yang sudah update data terkait vaksin ini,” tutur dr. Nadia saat siaran langsung siaran pers Update Perkembangan COVID-19 di Indonesia Kemenkes RI, Selasa (1/3/2022).

Vaksin Covid-19

Mengantisipasi banyak vaksin Covid-19 yang bisa terbuang sia-sia, dr. Nadia menyebutkan pemerintah sudah melakukan optimalisasi vaksinasi.

“Sejak kita identifikasi 18 juta vaksin yang berpotensi, percepatan kita lakukan dengan menggandeng TNI dan Polri dalam kegiatan serbu vaksin. Lalu memvalidasi stok vaksin, karena 18 juta vaksin yang tercatat di sistem pusat tapi ternyata banyak daerah yang blom update data tersebut, ini sedang kita proses. Rasanya enggak akan sampai 18 juta,” lanjutnya.

BACA JUGA : Polemik Anak Kanker Diberikan Vaksin Covid-19, Sebenarnya Bolehkah?

BACA JUGA : Vaksin Covid-19 Melindungi Ibu dan Bayinya

Dokter Nadia menegaskan, Badan POM sudah mengeluarkan kajian terbaru terkait penambahan masa edar untuk vaksin AstraZeneca. Ini artinya, jumlah vaksin yang berpotensi kedaluwarsa pun akan berkurang.

“Badan POM mengeluarkan kajian terbaru bahwa ada beberapa vaksin, terutama AstraZeneca yang kemudian masa edarnya sudah ditambah karena sudah ada data-datanya. Jadi kemungkinan tidak akan sampai 18 juta (yang berpeluang kedaluwarsa),” singkatnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini