Share

Di Zaman Medsos, Ternyata Banyak Dokter Umum Tertarik Belajar Estetika Kecantikan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 01 Maret 2022 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 611 2554816 di-zaman-medsos-ternyata-banyak-dokter-umum-tertarik-belajar-estetika-kecantikan-BLD7Zxgwgr.jpg Semakin banyak dokter umum minat belajar estetika (Foto: Sukardi/MPI)

DOKTER umum biasanya akan melanjutkan studi ke dokter spesialis sesuai dengan peminatan yang dipilih. Tapi, tahukah Anda bahwa estetika kini menjadi salah satu bidang medis yang banyak diminati para dokter umum maupun tenaga medis lainnya?

Data dari Jakarta Science Academy menjelaskan bahwa mulai dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan tenaga medis lainnya kini mulai banyak yang mendalami bidang estetika.

Estetika

"Dari mereka-mereka yang melakukan kursus dan pelatihan estetika, 80% mendapatkan pekerjaan di bidang estetika, sedangkan 20% lainnya membuka klinik estetika sendiri," ungkap dr Donna selaku Dokter Trainer dan Instruktur di Jakarta Science Academy (JSA), dalam keterangan resminya, Selasa (1/3/2022).

BACA JUGA : Bentuk Wajah Ini Bakal Jadi Tren Kecantikan 2022, Bye Dagu Runcing!

Pembelajaran yang didapat para dokter umum dan nakes lainnya ternyata lebih banyak dihadapkan pada praktik yaitu sekitar 75 persen, sedangkan teori 25 persen. Ini diharapkan agar para dokter dan nakes tersebut bisa terjun langsung di lapangan dengan baik.

Estetika

"Jadi, peserta yang mengikuti kursus dan pelatihan di JSA itu akan mendapat praktik langsung ke pasien atau istilahnya hands on 1 on 1) setelah pemberian materi oleh dokter trainer atau instruktur," kata dr Donna.

BACA JUGA : 5 Tren Kecantikan yang Diprediksi Bakal Booming di 2022

Bicara soal materi ajar, dr Donna mengatakan bahwa mereka yang tertarik dengan bidang estetika itu akan mendapat pemahaman mulai dari Aesthetic Course, PRP & Microneedling Course, Laser Course, Botox Course, Filler Course, hingga Thread Lift Course.

"Itu diberikan sesuai dengan tingkatan level kelasnya yang tentunya memiliki derajat kesulitan yang berbeda," tambah dr Donna.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini