Share

Waspada Kanker Rahim, Ini Cara Termudah Mencegahnya

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2022 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 481 2555645 waspada-kanker-rahim-ini-cara-termudah-mencegahnya-vK8lgimSyK.jpg Ilustrasi cara mencegah kanker rahim. (Foto: Shutterstock)

KANKER rahim atau lebih dikenal kanker serviks merupakan satu-satunya jenis penyakit kanker yang bisa dicegah. Salah satu cara termudah yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin melalui tes pap smear atau hrHPV.

Skrining tersebut bertujuan mengambil sel pra-kanker sehingga dapat diobati sebelum berubah menjadi kanker. Demikian seperti dikutip dari Healthline yang sudah ditinjau secara medis oleh dr Teresa Hagan Thomas PHD BA RN.

Baca juga: Diet Air Putih Turunkan Berat Badan, Seberapa Banyak Harus Minum Sehari? 

Ilustrasi cara mencegah kanker rahim. (Foto: Shutterstock)

Pap smear sendiri merupakan tes yang digunakan dokter untuk mendiagnosis kanker serviks. Dalam melakukan tes ini, dokter akan mengumpulkan sampel sel dari permukaan serviks pasien, kemudian sel-sel tersebut dikirim ke laboratorium untuk diuji perubahan pra-kanker atau kanker.

Jika ditemukan ada perubahan, dokter kemungkinan akan menyarankan pasien menjalani tindakan selanjutnya yakni kolposkopi, prosedur untuk memeriksa serviks. Selama tes ini, dokter bisa saja mengambil biopsy yang merupakan sampel sel serviks.

Baca juga: Daftar 6 Jenis Vaksin Booster di Indonesia Lengkap dengan Aturan Dosisnya 

Tes pemeriksaan pap smear untuk usia 21 hingga 29 tahun dilakukan setiap tiga tahun sekali. Sedangkan untuk yang sudah berusia 30 hingga 65 tahun disarankan tidak hanya melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali tapi juga tes HPV risiko tinggi (hrHPV) setiap 5 tahun sekali atau bisa juga lakukan pap smear plus tes hrHPV setiap 5 tahun.

Selain rutin skrining, cara pencegahan lainnya seperti yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat yakni dengan divaksin HPV (human papillomavirus) sedini mungkin. Vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks, vagina, dan vulva.

Vaksinasi HPV direkomendasikan sejak anak usia pra-remaja berusia 11 hingga 12 tahun, tetapi bahkan juga diberikan mulai usia 9 tahun. Vaksin HPV dianjurkan untuk semua orang hingga usia 26 tahun, jika belum divaksinasi.

Apabila vaksinasi dimulai sebelum usia 15, CDC menganjurkan untuk divaksin dua dosis dengan rentang 6 sampai 12 bulan terpisah. Untuk orang yang memulai vaksinasi HPV setelah usia ke-15, vaksin diberikan dalam rangkaian tiga kali suntikan.

Perlu diingat bahwa vaksinasi HPV mencegah infeksi HPV baru, tetapi tidak mengobati infeksi atau penyakit yang ada. Inilah sebabnya mengapa vaksin HPV bekerja paling baik bila diberikan sebelum terpapar HPV didukung skrining kanker serviks secara teratur bahkan pasca divaksin HPV dan pastinya menjalani pola hidup sehat dengan tidak merokok, memakai kondom saat berhubungan seks, hingga membatasi jumlah pasangan seksual.

Baca juga: Infeksi Anak dari Omicron Ternyata Mirip dengan Delta 

Baca juga: Waspada! Ini Gejala Omicron Siluman yang Disebut WHO Lebih Menular 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini