Share

Lebaran Aman Tanpa Covid-19, Bisa Terwujud atau Hanya Impian?

Muhammad Sukardi, Okezone · Sabtu 05 Maret 2022 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 05 612 2556747 lebaran-aman-tanpa-covid-19-bisa-terwujud-atau-hanya-impian-h25K30Q6hZ.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)

KASUS Covid-19 di Indonesia memang kerap mengalami peningkatan setelah melewati hari raya. Nah, beberapa bulan lagi Indonesia pun akan memasuki salah satu hari raya keagamaan terbesar, yakni Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri, umat muslim akan menjalani Bulan Puasa kurang dari sebulan lagi. Bulan Puasa pun biasanya menjadi kesempatan kita untuk berkumpul makan bersama teman-teman atau keluarga. Tapi, makan bersama sangat membawa risiko penyebaran Covid-19.

Pasalnya, ancaman BA.2 begitu nyata di beberapa negara, bahkan di Hong Kong kasusnya sangat mendominasi. Angka kematian akibat BA.2 pun tercatat lebih tinggi dibandingkan gelombang Delta.

Lantas, apakah di Ramadhan mendatang Indonesia bisa mencapai titik aman pandemi? Upaya apa yang bisa dilakukan seluruh masyarakat untuk bisa memastikan puasa tahun ini tidak dibayang-bayangi gelombang baru Covid-19?

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan bahwa Ramadhan yang sebentar lagi akan datang bisa dipastikan lebih aman daripada kondisi sebelumnya jika beberapa hal terpenuhi, termasuk vaksinasi lansia yang terus dipercepat.

"Lansia dan anak-anak di bawah usia 5 tahun yang belum eligible divaksin Covid-19 adalah kelompok rentan dan perlindungan maksimal pada mereka bisa menentukan bagaimana nasib Ramadhan dan Lebaran tahun ini," katanya pada MNC Portal.

Artinya, kelompok lansia perlu diperbanyak untuk mendapatkan vaksinasi dosis lengkap pun booster. Pada kelompok anak-anak di bawah 5 tahun, dipastikan mendapat perlindungan dari anggota keluarga yang sudah divaksinasi dosis lengkap dan booster.

"Target pemerintah Indonesia untuk bisa mencapai 70% pada pemberian vaksinasi dosis kedua sebelum Lebaran harus sama-sama direalisasikan. Pun 50% di Jawa-Bali terkait cakupan vaksinasi booster juga harus tercapai untuk membuat kondisi Indonesia lebih aman," jelas Dicky Budiman.

Ia menegaskan bahwa BA.2 perlu diwaspadai bersama, khususnya bagi lansia dan anak-anak di bawah usia 5 tahun. Mereka yang punya komorbid parah juga harus dipastikan mendapat perlindungan yang maksimal.

"Jangan kendor prokes, termasuk tetap pakai masker dan menghindari kerumunan. Selain itu, yang belum melengkapi vaksinasi disarankan agar segera mendapat suntikan. Ini amat penting agar risiko ancaman BA.2 yang ada di depan mata bisa diminimalisir," tambah Dicky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini