Share

Kenali Ciri-Ciri Anak Diabtes dari Bentuk Pipi dan Leher

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 05 Maret 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 05 612 2556842 kenali-ciri-ciri-anak-diabtes-dari-bentuk-pipi-dan-leher-40J4IP8U0B.jpg Anak Obesitas. (Foto: Shutterstock)

ANAK yang memiliki tubuh montok memang dianggap wajar, meskipun mereka memiliki perut yang buncit. Bahkan, ketika pipi tembem dan ukuran badan agak besar maka ini dianggap hal biasa, sebab menggemaskan bagi orang yang melihatnya.

Tapi jangan salah, anak-anak juga bisa mengalami obesitas atau kegemukan loh. Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Winra Pratita mengatakan gejala klinis pada anak obesitas dilihat dari wajah dan bagian tubuhnya.

Ciri-ciri tersebut ialah wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, pada leher tampak pendek, terdapat acanthosis nigricans (bercak kehitaman di belakang leher). Obesitas pada anak rentan terjadi berbagai penyakit yang sulit dikelola.

Anak Diabetes

Kemudian, pada dadanya terlihat membusung dengan payudara membesar dan napas berbunyi (mengi). Pada perut terlihat membuncit disertai dinding perut yang berlipat-lipat. "Membuat gerakan panggul terbatas, dan pada sistem reproduksi laki-laki penis tampak kecil,” kata dr Winra dikutip dalam laman Kemenkes, Sabtu (5/3/2022)

Bukan hanya itu, obesitas pada anak bisa menyebabkan komplikasi mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Di mana anak kemungkinan cepat depresi, dan percaya diri rendah akibat obesitas.

Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mencegah obesitas, pada bayi 12 – 24 bulan ibu harus menghindarkan anak dari minuman manis, hindari konsumsi jus dan kental manis yang berlebihan. Setiap anggota keluarga harus dibiasakan makan bersama di meja makan kemudian televisi dimatikan selama proses makan.

"Orangtua tidak boleh membatasi jumlah makan tapi memastikan bahwa makanan yang tersedia sehat serta disertai buah dan sayuran. Makanan selingan hanya diberikan sebanyak 2 kali dan hanya menawarkan air putih bila haus bukan minuman manis,” jelas dr. Winra

Kemudian, anak tidak boleh diberikan makanan berkalori tinggi sebagai cemilan, anak juga harus mempunyai kesempatan aktif secara fisik untuk bermain di luar rumah. Orang tua juga harus menjadi model percontohan untuk selektif dalam menentukan makanan yang dikonsumsi oleh anak.

β€œHargai selera makan anak, jadi anak harus diberi makanan sesuai rasa lapar dan rasa kenyang anak. Tidak memaksakan harus habis satu porsi,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini